Dalai Lama dalam sebuah acara di Mumbai, India, 12 Desember 2018. (Foto: AFP/PUNIT PARANJPE)
Dalai Lama dalam sebuah acara di Mumbai, India, 12 Desember 2018. (Foto: AFP/PUNIT PARANJPE)

Dalai Lama Meminta Maaf atas Komentar Mengenai Wanita

Internasional dalai lama
Arpan Rahman • 03 Juli 2019 14:21
Lhasa: Tokoh spiritual Dalai Lama "meminta maaf" atas komentarnya mengenai wanita dalam sebuah wawancara"S. Bulan lalu, ia mengatakan kepada kantor berita BBC bahwa "jika Dalai Lama (berikutnya) adalah wanita, maka dia sebaiknya berpenampilan menarik."
 
Dalam pernyataan di situs Dalai Lama, dikutip dari laman ABC, Rabu 3 Juli 2019, disebutkan bahwa beliau "benar-benar tidak bermaksud menyinggung" wanita secara umum. Dalai Lama mengaku pernyataannya saat itu hanya sebuah gurauan.
 
"Beliau meminta maaf kepada semua orang yang mungkin tersakiti oleh ucapannya. Beliau meminta maaf secara tulus," ujar pernyataan dari kantor Dalai Lama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ditambahkan bahwa gurauan itu disampaikan Dalai Lama karena mungkin dapat dianggap menarik dalam konteks sebuah budaya. Namun Dalai Lama juga mengakui unsur humor seperti itu bisa saja diartikan berbeda dalam konteks lain.
 
Selama hidupnya, Yang Mulia selalu menentang objektifikasi wanita. Yang Mulia selalu mendukung wanita dan hak-haknya, serta mendukung konsensus internasional mengenai kesetaraan gender," ungkap pernyataan kantor Dalai Lama.
 
"Di bawah kepemimpinannya, Para biarawati Tibet yang hidup terasing mendapat gelar geshema, yang sebelumnya hanya diperuntukkan bagi pria," lanjutnya.
 
Tidak hanya itu, Dalai Lama juga disebut selalu beranggapan bahwa jika "ada lebih banyak wanita yang menjadi pemimpin, maka dunia akan menjadi tempat yang lebih damai."
 
Selain soal wanita, pernyataan dari kantor Dalai Lama juga mengklarifikasi mengenai pernyataan bahwa imigran yang pergi ke Eropa sebaiknya pulang ke negara mereka masing-masing. Kantor Dalai Lama mengatakan pernyataan itu "mungkin telah disalahartikan."
 
"Beliau tentu saja memahami bahwa banyak orang yang meninggalkan negara mereka tidak mau atau tidak dapat pulang," kata kantor Dalai Lama.
 
Selama ini, Dalai Lama hidup terasing di Tibet. Tiongkok mengambil alih kendali atas Tibet pada 1950. Beijing menganggap Dalai Lama, yang menerima penghargaan Nobel Perdamaian itu, sebagai separatis berbahaya.
 
Baca:Dalai Lama Imbau Imigran Pulang ke Negara Masing-Masing
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif