Dalai Lama Imbau Imigran Pulang ke Negara Masing-Masing
Dalai Lama. (Foto: AFP)
Malmo: Dalai Lama memicu kecaman dari sejumlah pihak usai menyarankan para imigran kembali ke negara mereka masing-masing.

Ia juga menyatakan Eropa, benua favorit jutaan imigran, sejatinya adalah milik orang Eropa.

Dalam sebuah konferensi di Malmo, Swedia -- yang merupakan hunian bagi populasi imigran skala besar menurut Business Times, Dalai Lama ke-14 itu mengutarakan pendapatnya mengenai keimigrasian di Eropa.


"Terima, bantu, dan didiklah mereka," kata tokoh berusia 83 tahun itu, meminta pengertian masyarakat Eropa terhadap imigran.

"Tetapi pada akhirnya, mereka semua harus (kembali dan) mengembangkan negeri mereka sendiri. Saya pikir Eropa adalah milik orang Eropa," lanjut dia, seperti disitir dari kantor berita Independent, Jumat 14 September 2018.

Pernyataan disampaikan Dalai Lama usai pemilihan umum berlangsung di Swedia. Di sana, partai sayap kanan -- Swedish Democrats -- sempat unggul meski pada akhirnya dikalahkan koalisi haluan kiri-tengah.

Sejumlah akun media sosial mengecam pernyataan Dalai Lama. Tokoh peraih Hadiah Nobel Perdamaian itu disebut sebagai seorang "munafik."

Ini bukan kali pertama Dalai Lama membuat kontroversi mengenai imigran. "Eropa, misalnya Jerman, tidak bisa menjadi negara Arab," kata dia dalam wawancara dengan koran Jerman Frankfurter Allgemeine Zeitung pada 2016, 

"Terlalu banyak pengungsi" di Eropa," tambah dia kala itu.

Dalai Lama adalah seorang pengungsi. Dia memimpin ribuan pengikutnya dari Tibet ke India pada 1959, setelah masyarakat setempat memprotes pembatasan otonomi oleh Tiongkok.

Sejak saat itu hingga kini, Dalai Lama masih hidup terasing di India utara.




(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id