PBB akan Tekan Myanmar Terkait Keselamatan Rohingya
Para pengungsi Rohingya berada di kamp Kutupalong, Bangladesh, 28 November 2017. (Foto: AFP/ED JONES)
New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa akan menekan Myanmar untuk memastikan Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh dapat pulang dengan selamat. 

Pernyataan disampaikan seorang utusan PBB, Senin 30 April 2018, usai sekelompok diplomat mengakhiri tur kamp pengungsian di Bangladesh. 

"Ini adalah krisis kemanusiaan dan isu hak asasi manusia," ujar Duta Besar Kuwait untuk PBB, Mansour al-Otaibi, seperti dikutip AFP.


Mansour adalah bagian dari delegasi PBB yang melakukan kunjungan tiga hari ke Bangladesh, untuk kemudian bertolak ke Myanmar. 

Utusan dari 15 anggota DK PBB mengunjungi beberapa kamp Rohingya di Cox;s Bazar, Bangladesh, pada Minggu kemarin. Diestimasi ada 700 ribu Rohingya yang kini bermukim sementara di Bangladesh. 

Ratusan ribu Rohingya itu melarikan diri dari operasi militer Myanmar di Rakhine sejak Agustus tahun lalu. PBB menilai operasi militer di Rakhine sebagai "pembersihan etnis."

Setelah bertemu Perdana Menteri Bangladesh Syekh Hasina hari ini, para utusan PBB bertolak ke Myanmar. Di sana, mereka akan berbicara dengan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi. 

Para utusan PBB juga akan menggunakan helikopter untuk melihat sisa-sisa desa Rohingya di Rakhine. 

Bangladesh dan Myanmar menandatangani perjanjian pemulangan Rohingya tahun lalu. Namun hingga kini, belum ada pengungsi yang dipulangkan ke Bangladesh. 

Baca: Perjanjian Repatriasi Rohingya Masih Belum Jelas




(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360