Para korban dievakuasi dari lokasi pengeboman di Sri Lanka. (Foto: AFP).
Para korban dievakuasi dari lokasi pengeboman di Sri Lanka. (Foto: AFP).

Sri Lanka Tetapkan 23 April Hari Berkabung Nasional

Internasional Ledakan Sri Lanka
Marcheilla Ariesta • 23 April 2019 11:29
Kolombo: Pemerintah Sri Lanka menetapkan hari ini, Selasa, 23 April 2019, sebagai hari berkabung nasional. Hari berkabung ini dimulai dengan mengheningkan cipta selama tiga menit.
 
"Hari ini, sebagai sebuah bangsa kita berduka atas kehilangan nyawa-nyawa yang tidak bersalah pada Minggu Paskah kemarin. Saya ingin meyampaikan terima kasih kepada militer dan polisi, personel medis dan semua yang bekerja dengan berani dan tanpa kenal lelah," kata Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe, dilansir dari laman The Guardian.
 
Sangat penting bahwa kita tetap bersatu sebagai orang Sri Lanka dalam menghadapi tragedi ini," imbuh dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: Sri Lanka Terapkan Status Darurat
 
Selain menetapkan hari berkabung nasional, pemerintah juga menerapkan status darurat keamanan. Deklarasi status ini disampaikan beberapa jam usai menuding sebuah grup militan lokal atas serangkaian pengeboman tersebut.
 
Sebanyak 40 orang telah ditangkap terkait insiden ini. Rentetan ledakan menewaskan 310 orang dan melukai 500 orang.
 
Ini adalah serangan terburuk sejak berakhirnya perang sipil di negara tersebut satu dekade silam. Serangan itu juga merupakan yang terburuk bagi minoritas Kristen di Sri Lanka, yang jumlahnya hanya sekitar tujuh persen dari total populasi 21 juta orang.
 
Dikutip dari laman AFP, status darurat diberlakukan mulai Selasa 23 April dini hari waktu setempat. Status darurat memberikan lebih banyak wewenang kepada polisi dan militer Sri Lanka untuk memerangi kelompok teroris.
 
Lewat status darurat, tersangka atau seseorang yang dicurigai hendak melakukan aksi teror dapat ditahan tanpa perlu menyertakan surat penangkapan dari pengadilan.
 
Selain status darurat, Sri Lanka juga telah memberlakukan jam malam dan memblokir sejumlah media sosial seperti Facebook dan Twitter. Pemblokiran medsos disebut Sri Lanka bertujuan mencegah beredarnya "informasi palsu" mengenai pengeboman.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif