Prajurit Sri Lanka bersiaga di Colombo, Senin 22 April 2019. (Foto: AFP/JEWEL SAMAD)
Prajurit Sri Lanka bersiaga di Colombo, Senin 22 April 2019. (Foto: AFP/JEWEL SAMAD)

Sri Lanka Terapkan Status Darurat

Internasional sri lanka Ledakan Sri Lanka
Willy Haryono • 23 April 2019 06:38
Colombo: Pemerintah Sri Lanka menerapkan status darurat keamanan beberapa jam usai menuding sebuah grup militan lokal atas serangkaian pengeboman yang menewaskan hampir 300 orang, termasuk puluhan warga negara asing.
 
Dua puluh empat orang telah ditangkap terkait pengeboman, yang terjadi di sejumlah hotel dan gereja di tengah momen peringatan Hari Raya Paskah 2019 pada Minggu 21 April.
 
Rentetan ledakan tersebut -- yang juga melukai sekitar 500 orang -- adalah yang terburuk di Sri Lanka sejak berakhirnya perang sipil di negara tersebut sejak satu dekade silam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Serangan itu juga merupakan yang terburuk bagi minoritas Kristen di Sri Lanka, yang jumlahnya hanya sekitar 7 persen dari total populasi 21 juta orang.
 
"Saat ini tim investigator sedang menelusuri berbagai petunjuk apakah grup National Thowheeth Jama'ath (NTJ) mendapatkan dukungan (kelompok teroris) internasional," ujar juru bicara kabinet Sri Lanka Rajitha Senaratne.
 
Dikutip dari laman AFP, status darurat diberlakukan mulai Selasa 23 April dini hari waktu setempat. Status darurat memberikan lebih banyak wewenang kepada polisi dan militer Sri Lanka untuk memerangi kelompok teroris.
 
Lewat status darurat, tersangka atau seseorang yang dicurigai hendak melakukan aksi teror dapat ditahan tanpa perlu menyertakan surat penangkapan dari pengadilan.
 
Selain status darurat, Sri Lanka juga telah memberlakukan jam malam dan memblokir sejumlah media sosial seperti Facebook dan Twitter. Pemblokiran medsos disebut Sri Lanka bertujuan mencegah beredarnya "informasi palsu" mengenai pengeboman.
 
Baca:Sri Lanka Blokir Media Sosial usai Serangan Bom
 
Saat ini otoritas Sri Lanka juga sedang menginvestigasi mengapa peringatan ancaman bom yang didapat kepolisian dan unit intelijen pada 11 April gagal mencegah aksi teror pada Hari Raya Paskah.
 
Senaratne mengatakan peringatan itu tidak disampaikan kepada Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe dan juga beberapa pejabat tinggi lainnya.
 
"Agensi intelijen telah melaporkan bahwa ada grup teror internasional di belakang teroris lokal ini," ungkap pernyataan dari kantor Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena.
 
Presiden Sirisena dijadwalkan bertemu sejumlah diplomat asing hari ini untuk "menggalang dukungan global dalam memerangi terorisme."
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif