Pendiri situs Wikileaks Julian Assange. (Foto: AFP)
Pendiri situs Wikileaks Julian Assange. (Foto: AFP)

Australia Tidak Berikan Bantuan Khusus untuk Assange

Internasional wikileaks
Willy Haryono • 14 April 2019 20:00
Sydney: Pemerintah Australia menegaskan tidak akan memberikan bantuan khusus untuk pendiri situs pembocor rahasiaWikiLeaks Julian Assange, yang telah ditangkap di London, Inggris, pada 11 April lalu.
 
Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan bahwa Assange, yang lahir di kota Townsville, Queensland, tidak akan diperlakukan istimewa.
 
"Kami mendukung semua warga Australia dengan memberikan bantuan konsuler. Jadi, Assange juga akan mendapatkan dukungan yang sama seperti warga Australia lainnya dalam situasi saat ini," tutur Morrison, dikutip dari laman VOA, Sabtu 13 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dia tidak akan mendapat perlakuan istimewa. Dia akan mendapat perlakuan yang sama seperti orang lain," sambung dia.
 
Assange tinggal di Kedutaan Ekuador di London selama tujuh tahun dan baru ditangkap Kamis kemarin. Selain soal pembocoran data rahasia, Assange juga terancam didakwa kasus dugaan pemerkosaan di Swedia.
 
Amerika Serikat ingin mengekstradisi Assange atas kasus pembocoran data rahasia negara pada 2010. Swedia juga kemungkinan ingin mengekstradisinya.
 
Jika terbukti bersalah atas kasus pembocoran data rahasia, Assange terancam vonis penjara hingga lima tahun. Namun ada juga kemungkinan dakwaan kepada Assange ditambah tim jaksa di kemudian hari.
 
Tim pengacara WikiLeaks meminta pemerintah Australia untuk mengintervensi kasus ini dan mencegah ekstradisi Assange ke AS atau Swedia. Sejumlah aktivis di Australia menilai penangkapan Assange dan kemungkinan ekstradisi adalah sebuah ancaman terhadap jurnalisme investigatif.
 
"AS berusaha mengekstradisi seorang pria yang hanya mengekspresikan dirinya sendiri. Sesuai nilai-nilai liberal, yakni kebebasan berbicara serta dunia jurnalisme Australia secara keseluruhan, seharusnya pemerintah dan para politikus di Australia khawatir mengenai kasus ini," ucap Greb Barns, salah satu pengacara Assange.
 
Segala bentuk permohonan AS atau Swedia untuk mengekstradisi Assange harus melalui sistem peradilan Inggris. Assange dijadwalkan menghadiri sidang dengar pendapat mengenai kemungkinan ekstradisinya ke AS pada awal Mei mendatang.
 
Baca:Julian Assange Terancam Diekstradisi ke AS
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif