Bangkai kapal feri Sewol yang diangkat dari dalam laut (Foto: AFP).
Bangkai kapal feri Sewol yang diangkat dari dalam laut (Foto: AFP).

Salah Identifikasi Korban Feri Sewol, Pemerintah Korsel Dikecam

Fajar Nugraha • 29 Maret 2017 13:41
medcom.id, Seoul: Pemerintah Korea Selatan (Korsel) dihadapkan pada kritikan keras, ketika mengumumkan penemuan sisa jasad di dalam kapal feri Sewol, yang tenggelam tiga tahun lalu.
 
Pemerintah menyebutkan sebelumnya sisa jenazah itu adalah manusia. Namun kemudian, mereka mengkoreksi pengumumannya dan menyebut sisa jasad itu berasal dari binatang.
 
 
Surat kabar Negeri Gingseng mengecam pengumuman yang diberikan Korsel. Mereka menyebutkan Kementerian Maritim Korsel sangat ceroboh memberikan pengumuman.
 
Sebagian besar dari mereka menyebutkan: "Keluarga dari korban yang hilang dalam kecelakaan sudah berada dalam kepedihan mendalam dan mereka (kementerian maritim) masih ceroboh".
 
Sembilan dari 304 penumpang yang tewas dalam kejadian 2014 lalu, hingga saat ini belum ditemukan. Kejadian tersebut juga dianggap sebagai kecekalaan laut terparah dialami oleh Korea Selatan.
 
Pekan lalu, bangkai kapal feri Sewol berhasil diangkat. Pengangkatan bangkai kapal ini memenuhi harapan keluarga dari penumpang yang masih hilang.
 
Menteri Maritim pun membuka harapan pada Selasa 28 Maret mengucapkan sisa jenazah manusia ditemukan oleh para tim pencari. Sisa jenazah itu disebut diyakini sebagai salah satu dari penumpang yang belum ditemukan hingga saat ini.
 
Namun lima jam kemudian, pernyataan itu dicabut dan menyebutkan yang ditemukan bukanlah berasal dari manusia. Tim forensik menyebutkan yang ditemukan adalah kaki babi.
 
Media Hankook Ilbo menyebut pengumuman itu sebagai pukulan berantai terhadap keluarga korban. "Keluarga dari penumpang yang hilang sudah menjalani hal yang menyedihkan. Pemerintah bertindak ceroboh dengan mengumumkan suatu hal penting tanpa ada pemeriksaan fakta," tulis Hankook Ilbo, seperti dikutip AFP, Rabu 29 Maret 2017.
 
"Tulang binatang dan manusia sangat mudah dikenali lewat mata telanjang," tutur media Dong-A Ilbo.
 
"Kementerian Maritim bertindak ceroboh, sekali lagi," imbuh keterangan itu.
 
Pihak keluarga yang sudah berada dekat pelabuhan di mana kecelakaan itu terjadi, tidak bisa berkata-kata. Keluarga hanya bisa kembali ke tempat penginapan dalam diam.
 
Sementara pihak kementerian menyebutkan bahwa tulang itu tidak bisa dilihat secara jelas. Mereka mengaku tidak mengira bahwa tulang ini berasal dari tulang.
 
Kecelakaan kapal feri Sewol tenggelam saat menuju pulau wisata, Jeju. Korban tewas dalam kecelakaan ini adalah siswa sekolah yang akan berlibur.
 
Berdasarkan penyelidikan, kecelakaan ini disebabkan kargo yang berlebihan. Selain itu, awak kapal yang tidak berpengalaman serta komunikasi antara kapal dengan pihak pelabuhan juga turut menjadi pertanyaan.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan