Berlokasi di markas LDP di Tokyo, PM Abe meletakkan bunga kertas di samping nama kandidat yang menang dalam pemilihan umum Majelis Tinggi Jepang, Minggu 21 Juli 2019. (Foto: Kazuhiro NOGI/AFP)
Berlokasi di markas LDP di Tokyo, PM Abe meletakkan bunga kertas di samping nama kandidat yang menang dalam pemilihan umum Majelis Tinggi Jepang, Minggu 21 Juli 2019. (Foto: Kazuhiro NOGI/AFP)

PM Abe Diproyeksikan Raih Mayoritas di Majelis Tinggi Jepang

Internasional politik jepang
Willy Haryono • 22 Juli 2019 07:01
Tokyo: Koalisi Perdana Menteri Shinzo Abe diproyeksikan meraih mayoritas di Majelis Tinggi Jepang usai berakhirnya pemilihan umum parlemen pada Minggu 21 Juli 2019.
 
Dilansir dari laman Voice of America, exit poll mengindikasikan PM Abe bahwa mendekati 'super mayoritas' atau dua per tiga dari total anggota Majelis Rendah dan Tinggi.
 
Saluran televisi NHK melaporkan Partai Demokratik Liberal (LDP) milik PM Abe dan mitranya, Komeito, meraih 64 kursi di majelis tinggi usai pemilu berjalan selama dua jam. Untuk mencapai dua per tiga mayoritas atau 164 kursi, PM Abe membutuhkan tambahan 85 kursi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika 'super mayoritas' tercapai, maka PM Abe dapat mewujudkan ambisinya untuk merevisi konstitusi Jepang, yang telah menjadi impiannya sejak lama sebelum masa jabatannya berakhir pada 2021.
 
PM Abe membutuhkan persetujuan dari dua per tiga anggota Majelis Rendah dan Tinggi untuk merevisi konstitusi melalui referendum nasional. Saat ini koalisi PM Abe telah mendapatkan dua per tiga mayoritas di Majelis Rendah Jepang.
 
Hasil exit poll disebut media lokal tak jauh berbeda dari sejumlah survei. Sebagian besar warga Jepang menganggap koalisi LDP sebagai pilihan yang lebih aman ketimbang kubu oposisi.
 
Seorang warga yang hanya menyebut dirinya sebagai seorang pekerja perusahaan di distrik Chuo, Tokyo, mengaku telah memilih partai yang telah terbukti dalam menyelesaikan berbagai masalah -- mengindikasikan dirinya memilih koalisi PM Abe. "Tidak ada gunanya menggunakan hak pilih saya untuk partai atau politikus yang tidak punya kemampuan seperti itu," ungkapnya.
 
Satu warga lainnya, Katsunori Takeuchi, seorang pekerja di pasar ikan, menegaskan bahwa inilah saatnya untuk mengubah dominasi koalisi PM Abe dan berbagai kebijakan yang dinilainya berhaluan ultra-konservatif.
 
"Saya rasa partai berkuasa sudah terlalu lama mendominasi politik, dan hal itu telah menimbulkan kerusakan," tutur Takeuchi.
 
PM Abe berpotensi besar menjadi pemimpin dengan masa kepemimpinan terlama dalam sejarah Jepang. PM Abe hanya perlu berkuasa selama empat bulan lagi untuk memecahkan rekor tersebut.
 
Baca:PM Abe Berpotensi Menjadi Pemimpin Terlama di Jepang
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif