PM Jepang Shinzo Abe. (Foto: AFP)
PM Jepang Shinzo Abe. (Foto: AFP)

PM Abe Berpotensi Menjadi Pemimpin Terlama di Jepang

Internasional politik jepang
Willy Haryono • 21 Juli 2019 12:29
Tokyo: Warga Jepang beramai-ramai menggunakan hak pilih mereka dalam pemilihan umum majelis tinggi parlemen, Minggu 21 Juli 2019. Partai Demokratik Liberal (LDP) milik Perdana Menteri Shinzo Abe masih menjadi favorit dalam pemilu kali ini. PM Abe juga berpeluang besar memecahkan rekor sebagai npemimpin terlama di Negeri Sakura.
 
Sejumlah survei di media lokal Jepang mengindikasikan LDP masih akan menjadi mayoritas di Majelis Tinggi parlemen. Ini dikarenakan sebagian besar warga masih memandang LDP sebagai pilihan yang lebih aman ketimbang kubu oposisi.
 
Jika LDP pada akhirnya tetap menjadi mayoritas di Majelis Tinggi parlemen, maka PM Abe berpotensi besar menjadi pemimpin dengan masa kepemimpinan terlama dalam sejarah Jepang. PM Abe hanya perlu berkuasa selama empat bulan lagi untuk memecahkan rekor tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam sistem di Jepang, parlemen dibagi menjadi dua: Majelis Rendah atau Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Tinggi atau biasa juga disebut Dewan Penasihat Jepang. Majelis Rendah lebih kuat dari Majelis Tinggi Jepang.
 
Sabtu 20 Juli malam, Abe dan jajaran partai LDP menggelar acara kampanye terakhir di Tokyo. Ia berjanji akan meningkatkan perekonomian negara dan juga membanggakan hubungan personalnya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
 
"Kami akan sekuat tenaga melindungi Jepang," tegas PM Abe, dikutip dari laman The New York Times.
 
PM Abe tetap populer meski dinilai kerepotan memenuhi sejumlah janjinya, termasuk mendorong perekonomian, meningkatkan angka kelahiran dan menambah jumlah perempuan dalam bidang manajemen dan politik. Sejumlah pakar menilai PM Abe masih menjadi pilihan sebagian besar warga semata karena lemahnya kubu oposisi.
 
"Oposisi bagi saya tidak begitu baik," kata Makoto Mugikura, pria berusia 68 tahun. Ia mengaku menggunakan hak suaranya bukan karena pendukung setia Abe, namun sedang kebetulan berada dekat tempat pemungutan suara.
 
"Saya rasa tidak ada pilihan lain selain (Partai) Demokratik Liberal," sambungnya.
 
Dengan adanya lima partai oposisi, banyak warga Jepang kebingungan harus memilih yang mana. "Masalah oposisi (Jepang) adalah soal pemasaran dan identitas," sebut Jeffrey W. Hornung, seorang ilmuwan politik di RAND Corporation.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif