Menlu Tiongkok Wang Yi dalam acara di Beijing, 18 Juni 2019. (Foto: AFP/FRED DUFOUR)
Menlu Tiongkok Wang Yi dalam acara di Beijing, 18 Juni 2019. (Foto: AFP/FRED DUFOUR)

Tiongkok Ingatkan AS untuk Tidak Buka 'Kotak Pandora'

Internasional politik tiongkok as-iran
Willy Haryono • 19 Juni 2019 11:10
Beijing: Tiongkok mengingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak membuka "Kotak Pandora" di Timur Tengah. Peringatan disampaikan terkait pengumuman AS yang berencana mengirim tambahan 1.000 personel militer ke Timur Tengah di tengah ketegangan dengan Iran.
 
Tidak hanya kepada AS, Tiongkok juga meminta Iran untuk menahan diri demi menghindari konfrontasi di Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Tiongkok menyarankan Iran untuk "tidak begitu saja" menelantarkan perjanjian nuklir 2015.
 
Ketegangan terbaru antara AS dengan Iran dimulai setelah Presiden Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 bertajuk Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Usai menarik diri, Washington juga meningkatkan sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami meminta semua pihak untuk tetap rasional dan menahan diri, dan tidak mengambil tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan di kawasan, serta tidak membuka Kotak Pandora," tutur Wang kepada awak media di Beijing, dikutip dari laman AFP, Selasa 18 Juni 2019.
 
"Khusus bagi AS, mereka sebaiknya mengubah praktik menerapkan tekanan ekstrem," sambung dia.
 
Kotak Pandora adalah istilah yang biasanya dipakai untuk mendeskripsikan keburukan atau musibah yang mungkin terjadi saat 'kotak' tersebut dibuka.
 
Mei lalu, Presiden Iran Hassan Rouhani mengaku akan mengabaikan batasan-batasan yang diatur dalam JCPOA. Ia mengindikasikan hendak menambah jumlah pasokan uranium, yang disebutnya sebagai balasan atas penarikan diri secara sepihak oleh AS.
 
Iran bahkan mengancam akan mengabaikan lebih jauh batasan JCPOA, jika negara-negara penandatangan perjanjian tersebut -- Inggris, Tiongkok, Prancis, jerman dan Rusia -- tidak membantu Teheran dalam menghadapi sanksi ekonomi AS.
 
AS merespons ancaman Iran dengan mendesak komunitas internasional untuk tidak tunduk terhadap "pemerasan nuklir." Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa dan negara-negara Eropa menyerukan AS dan Iran untuk berpikir secara tenang.
 
"Tekad Tiongkok untuk menjaga perjanjian komprehensif (JCPOA) tidak berubah," tegas Wang. "Kami siap bekerja sama dengan semua pihak untuk mengimplementasikan secara penuh perjanjian tersebut," sambungnya.
 
Baca:AS Sepakati Pengiriman Tambahan 1.000 Prajurit ke Timteng
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif