Wakil Partai Oposisi Kamboja, Cambodia National Rescue Party (CNRP) Mo Sochua. Foto: Medcom.id/Sonya Michaella
Wakil Partai Oposisi Kamboja, Cambodia National Rescue Party (CNRP) Mo Sochua. Foto: Medcom.id/Sonya Michaella

Malaysia akan Kirim Oposisi Kamboja ke Negara Ketiga

Internasional malaysia politik kamboja
Sonya Michaella • 08 November 2019 09:18
Kuala Lumpur: Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menegaskan tidak akan mendeportasi wakil partai oposisi Kamboja, Cambodia National Rescue Party (CNRP) Mo Sochua ke negaranya, melainkan ke negara ketiga.
 
“Kami akan mendeportasinya tetapi tidak ke Kamboja. Sekarang kami berusaha menemukan negara mana saja yang dapat menerimanya,” kata Mahathir, dikutip dari Al Jazeera, Jumat 8 November 2019.
 
Mahathir menjelaskan bahwa Malaysia terikat oleh prinsip non-interferensi dalam urusan dalam negeri negara lain di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau ASEAN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kami tidak ingin membiarkan mereka menggunakan Malaysia sebagai pangkalan untuk perjuangan di negara lain,” tegas Mahathir lagi.
 
Sebelumnya, Mo Sochua sempat ditahan di imigrasi Malaysia. Ia terbang dari Jakarta menuju Kuala Lumpur dengan harapan dapat kembali ke Kamboja pada 9 November, bersamaan dengan pemimpin CNRP yang lain, Sam Rainsy, yang kabur ke Prancis.
 
Mo Sochua juga sempat ditolak di Bandara Suvarnabhumi, Thailand. Usai ditolak, ia terbang ke Indonesia dan menggelar konferensi pers yang dihalangi oleh Duta Besar Kamboja untuk Indonesia, Hor Nam Bora. Selama ini, Mo Sochua mengasingkan diri di Amerika Serikat.
 
Pihak perwakilan Kamboja di Jakarta juga mengeluarkan surat perintah penangkapan Mo Sochua dan penolakan bagi para oposisi Kamboja yang ingin singgah di sembilan negara anggota ASEAN.
 
Mo Sochua disebut Kamboja masuk ke Indonesia sebagai turis dan tidak ada hak apalagi izin kepada Indonesia untuk menggelar konferensi pers atas bantuan sebuah grup pembela hak asasi manusia di Jakarta.
 
Kambija juga memastikan bahwa Mo Sochua merupakan buron dan kriminal yang menggunakan Indonesia sebagai tempat untuk menyebar berita negatif tentang pemerintahan Perdana Menteri Hun Sen.
 

(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif