Aplikasi pelayanan kesehatan yang dikembangkan sekelompok mahasiswa Indonesia menjuarai kompetisi Layanan Inovasi Digital Global (GDSIC) 2021. Dok. Istimewa
Aplikasi pelayanan kesehatan yang dikembangkan sekelompok mahasiswa Indonesia menjuarai kompetisi Layanan Inovasi Digital Global (GDSIC) 2021. Dok. Istimewa

Aplikasi Kesehatan Buatan Pelajar RI di Taiwan Menangkan Kompetisi Digital

Internasional Prestasi Pelajar Mahasiswa di Taiwan Teknologi Kesehatan
Marcheilla Ariesta • 21 Juli 2021 01:29
Beijing: Aplikasi pelayanan kesehatan yang dikembangkan sekelompok mahasiswa Indonesia menjuarai kompetisi Layanan Inovasi Digital Global (GDSIC) 2021. Aplikasi yang dikembangkan bernama Finic.
 
Kompetisi tersebut diikuti mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di National Yang Ming Chiao Tung University (NYCU), yakni Albert Christian, Ardi, Steven, Felix, dan Irfandi.
 
"Aplikasi ini menawarkan layanan satu atap untuk layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan gejala penyakit pengguna, pencarian klinik berdasarkan gejala, dan lokasi pengguna," kata Albert dalam keterangan tertulisnya kepada Antara di Beijing, Senin, 19 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemesanan janji bertemu dokter secara daring, penelusuran riwayat kesehatan, dan fitur darurat seperti panic button juga ada dalam aplikasi yang bisa diunduh melalui platform obrolan LINE itu.
 
Kompetisi tersebut disponsori LINE. Tim Indonesia berhasil mengalahkan peserta dari Rusia, India, Vietnam, Hong Kong, dan Haiti.
 
Baca: Aplikasi Istry, Informasi Kemoterapi Kanker di Ujung Jari
 
Para peserta berasal dari beberapa perguruan tinggi di Taiwan, seperti National Taiwan Unversity, National Taiwan University of Science and Technology, National Taiwan Normal University, National Tsing Hua University, National Chengchi University, National Central University, dan NYCU selaku tuan rumah.
 
"Nama Finic kami ambil dari makhluk legenda kuno, yakni burung Phoenix, yang dikenal di seluruh dunia sebagai simbol kemakmuran dan keharmonisan, karena kami ingin mempromosikan kemakmuran dan keharmonisan di dunia, mulai dari menganjurkan inklusivitas dan menghilangkan hambatan akses dalam industri perawatan kesehatan," kata Albert.
 
Ide itu bermula dari pengalaman pelajar Indonesia di Taiwan kesulitan menemukan layanan kesehatan yang baik dan dapat diandalkan. "Kami tidak menemukan aplikasi kesehatan yang memudahkan orang asing yang tinggal di Taiwan untuk mencari klinik ataupun layanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan," ujarnya.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif