Kepala Taipei Economic and Trade Office (TETO) John Chen. (Foto: Fajar Nugraha/Medcom.id).
Kepala Taipei Economic and Trade Office (TETO) John Chen. (Foto: Fajar Nugraha/Medcom.id).

Pekerjakan Siswa Asing, Taiwan Akan Beri Sanksi Kampus

Internasional pendidikan taiwan Mahasiswa di Taiwan
Sonya Michaella • 04 Januari 2019 16:57
Jakarta: Pemerintah Taiwan lewat Kantor Taipei Economic and Trade Office (TETO) menegaskan akan memberikan sanksi bagi universitas yang memperkerjakan mahasiswa asing, terutama dari Indonesia.

Baca juga: Taiwan Akui Ada Agen Ilegal Tarik Mahasiswa Indonesia.

“Taiwan selalu mementingkan kesejahteraan mahasiswa dan pekerja asing serta mewajibkan semua universitas yang memiliki program Sekolah-Magang untuk mematuhi peraturan yang ada,” kata Kepala TETO John Chen kepada awak media, di Jakarta, Jumat 4 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



“Menurut Kementerian Pendidikan Taiwan, semua universitas yang memiliki program ini sudah terdaftar dan tidak melanggar aturan,” lanjut dia. Chen menegaskan, Taiwan tidak akan segan memberi sanksi bagi universitas yang tidak mematuhi peraturan dan memperkerjakan mahasiswa secara ilegal.

Kabar ratusan mahasiswa Indonesia yang dipekerjakan secara paksa dibantah keras oleh Taiwan. Mereka mengklaim bahwa program tersebut memang telah disediakan yaitu program bernama Sekolah-Magang.

“Program ini memang ditujukan bagi mahasiswa yang kurang mampu. Jadi sambil bekerja, mereka juga mendapatkan ilmu. Sepulangnya ke Indonesia, mereka mendapatkan gelar dan juga pengalaman,” tutur John.

Baca juga: Taiwan Tampik Isu Pekerjakan Paksa Ratusan Siswa Indonesia.

Pada program ini, Pemerintah Taiwan akan memberikan biaya para mahasiswa asing sebesar USD3.000 atau sekitar Rp42 juta untuk tahun pertama dan diperbolehkan mengambil kerja paruh waktu (par-time).

Di tahun kedua, mereka diharuskan mengambil internship (magang) dan diperbolehkan mengambil kerja paruh waktu, dengan risiko yang akan ditanggung masing-masing mahasiswa, misalnya lelah dan tidak dapat konsentrasi dalam sekolah.

Namun, jika memang tidak ingin mengambil program sekolah-magang, para calon mahasiswa asing bisa mengambil sekolah seperti pada umumnya di mana kerja paruh waktu akan dibatasi, 20 jam per minggu. 


(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi