Istri Anwar Ibrahim Menang Kursi Parlemen Wakili Pandan
Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) Wan Azizah Wan Ismail (kiri) (Foto: Mediacorp).
Kuala Lumpur: Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) Wan Azizah Wan Ismail, yang merupakan istri dari tokoh oposisi Malaysia Anwar Ibrahim, memenangkan kursi parlemen mewakili Pandan, Selangor.
 
Perempuan berusia 65 tahun itu bertarung dengan politikus Barisan Nasional (BN) Leong Kok Wee, Parti Islam Se-Malaysia's (PAS) Sukri Omar, Parti Rakyat Malaysia's Jenice Lee dan kandidat independen Mohd Khairul Azam Abdul Aziz.
 
Kursi parlemen wilayah Pandan dianggap sebagai kursi yang aman. Sebelumnya, wilayah ini dimenangkan oleh Wakil Presiden PKR yang populer, Rafizi Ramli.
 
Namun menurut pendukung Wan Azizah, pihak partai masih perlu bekerja keras memastikan sisa kursi bagi PKR. Hal ini disebakan mereka merupakan inti dari koalisi oposisi Pakatan Harapan.
 
Sebelumnya, mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengklaim kemenangan dari Pakatan Harapan. Menurut Mahathir pihak Komisi Pemilu Malaysia masih menolak untuk mengumumkan secara resmi hasil pemilu.
 
(Baca: Mahathir Klaim Oposisi Pakatan Harapan Menang Pemilu Malaysia).
 
Selain mengklaim kemenangan kursi parlemen, Mahathir juga menyebutkan bahwa koalisi pimpinannya memenangkan pemilu di enam negara bagian. Ini termasuk Penang, Selangor, Malaka, Negeri Sembilan, Johor dan Kedah.
 
"Ini adalah hal serius. Bukan berita palus. Anda tidak bisa membawa saya ke pengadilan dengan mengatakan hal (kemenangan) tersebut," ujar Mahathir, seperti dikutip The Star, Rabu 9 Mei 2018.
 
Menurut politikus berusia 92 tahun itu, hasilnya seharusnya sudah keluar saat ini. Mahathir mengklaim bahwa Pakatan Harapan meraih 112 kursi parlemen untuk membentuk pemerintahan.
 
Sementara menurut raihan sementara yang diumumkan oleh The Star, Pakatan Harapan sudah mendapatkan lebih dari 120 dari 222 kursi yang diperebutkan. Raihan ini membuat Pakatan Harapan sebagai pemenang mayoritas Pemilu Malaysia 2018.
 
Sabar tunggu hasil
 
Pihak Komisi Pemilu Malaysia (EC) meminta semua pihak untuk bersabar menunggu pengumuman hasil resmi pemilu.
 
"Beri kami waktu untuk mengumumkan hasil resmi yang sudah terkonfirmasi," ujar Ketua EC Tan Sri Mohd Hashim Abdullah.
 
Menurut Hashim, kabar yang tidak resmi beredar saat ini berasal dari hasil yang dikumpulkan oleh pihak pekerja partai di lokasi pemungutan suara.
 
"EC memiliki kewajiban untuk melakukan verifikasi hasil suara," tegasnya.
 
(Baca: Rencana Mahathir Mohamad Singkirkan Najib Razak).
 
Hashim mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan penundaan ini. Antara lain masalah yang mereka hadapi adalah lokasi pemungutan suara yang terpencil di wilayah pinggiran.
 
Mengenai tuduhan penolakan Form 14 yang menandakan deklrasi pemenang, Hashim menegaskan hal itu hanyalah sebuah spekulasi.

 
 



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id