Ledakan terjadi pada Senin 13 Februari malam, beberapa jam setelah kejadian serupa menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 80 lainnya di Lahore. Kedua ledakan diklaim grup berbeda dan kemungkinan besar tidak terkait.
Kedua ledakan terjadi di tengah periode tenang yang menumbuhkan harapan atas peningkatan sektor keamanan di Pakistan.
"Mereka tewas di lokasi kejadian, tubuh mereka hancur," ujar Abdul Razzaq Cheema, wakil inspektur jenderal polisi di Quetta, seperti dikutip Reuters, Selasa (14/2/2017).
Kelompok militan Lashkar-e-Jhangvi dari faksi Al Alami mengklaim bertanggung jawab atas ledakan terbaru.
Di kota Lahore, polisi menyisir lokasi bom bunuh diri yang meledakn di tengah unjuk rasa karyawan manufaktur kimia dan obat-obatan. Sebuah grup militan bernama Jamaat-ur-Ahrar, faksi dari Taliban Pakistan, mengklaim bertanggung jawab.
Lima polisi berada di antara 13 korban tewas dalam ledakan di Lahore. Faksi Jamaat-ur-Ahrar, yang menewaskan lebih dari 70 orang di taman Lahore tahun lalu, mengatakan serangan tersebut menandai kampanye terbaru untuk menyerang institusi dan pejabat pemerintah.
"Kalian semua adalah target kami di negeri ini," ucap grup tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News