medcom.id, Lahore: Ledakan bom bunuh diri terjadi di Kota Lahore, Pakistan pada Senin 13 Februari. 13 orang tewas dalam kejadian ini.
Menurut keterangan dari Inspektur Jenderal Polisi wilayah Provinsi Punjab, Mushtaq Sukhera, lima anggota polisi turut tewas dalam ledakan tersebut. Ledakan ini terjadi di saat terjadinya protes yang dilakukan oleh karyawan manufaktur kimia dan obat-obatan.
"Ini ledakan bom bunuh diri. Pelaku pengeboman meledakkan dirinya ketika negosiasi antara para pendemo dengan pihak yang diprotes berjalan lancar," ujar Sukhera, seperti dikutip Reuters, Selasa (14/7/2017).
Kelompok militan Jamaat-ur-Ahrar yang merupakan faksi dari Taliban Pakistan sempat menghubungi Reuters dan mengklaim bertanggungjawab dalam ledakan ini. Selain menewaskan 13 orang, serangan ini juga melukai 83 lainnya.
Pihak Jamaat-ur-Ahrar juga memperingatkan bahwa serangan di Lahore merupakan kampanye kekerasan awal yang akan dilakukan terhadap unsur pemerintah.
"Kalian (pemerintah) menjadi target serangan kami di seluruh negeri," tegas pernyataan kelompok militan itu.
Ini bukan pertama kalinya Jamaat-ur-Ahrar mengaku melakukan serangan di Lahore. Pada 2016 lalu, kelompok ini mengaku melakukan serangan di Hari Paskah yang menewaskan lebih dari 70 jiwa.
Keamanan di Pakistan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi kelompok militan seperti Taliban dan Islamic State (ISIS) masih mencoba untuk melakukan ancaman dan melancarakan serangan massal.
Perdana Menteri Nawaz Sharif menegaskan bahwa serangan yang terjadi saat ini tidak akan memperlemah upaya Pakistan untuk melawan militan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News