Pendukung Narendra Modi rayakan kemenangan Partai BJP. (Foto: AFP).
Pendukung Narendra Modi rayakan kemenangan Partai BJP. (Foto: AFP).

Partai PM Narendra Modi Menang Pemilu India

Internasional politik india
Marcheilla Ariesta • 23 Mei 2019 17:04
New Delhi: Partai Bharatiya Janata (BJP) meraih kemenangan di pemilihan umum India. Kemenangan BJP membuat Narendra Modi kembali menjadi Perdana Menteri India.
 
Penghitungan telah dilakukan Komisi Pemilihan Umum India untuk 600 juta suara pada pemilu yang disebut terbesar di dunia. Hasil sementara mengatakan BJP memenangi 292 dari 542 kursi di parlemen.
 
BJP menjadi partai pertama di India dengan kursi mayoritas di parlemen selama dua periode berturut-turut sejak 1984. Sementara rival terkuat mereka, Partai Kongres hanya memperoleh 51 suara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saatnya untuk transformasi India. Saatnya untuk reformasi mendalam. Saya memimpinkan kita sebagai negara adidaya global dalam hidup saya," kata bankir terkaya India, Uday Kotak, ketika menyelamati Modi, dilansir dari laman AFP, Kamis, 23 Mei 2019.
 
Ketika perayaan kemenangan BJP dimulai, saham India naik. Indeks saham utama, Sensex dan Nifty memperoleh lebih dari dua persen untuk menembus nilai poin masing-masing 40 ribu dan 12 ribu.
 
Sementara itu, Rahul Gandhi dari Partai Kongres, yang merupakan cicit, cucu dan putra dari tiga perdana menteri sebelumnya, menolak hasil pemilihan umum ini.
 
"Jangan kecewa dengan propaganda jajak pendapat palsu," kata Gandhi, 48, kepada pendukungnya di Twitter.
 
Baca juga:India Mulai Hitung Suara Pemilu
 
Awalnya, Modi dinilai akan kalah dalam pemilihan umum kali ini. Namun, dia dengan cekatan mengubah semua jajak persepsi buruk tersebut.
 
Saat hubungan India dan Pakistan kembali memanas karena Kashmir, Modi tampil sebagai satu-satunya orang yang mampu membela India. Dia menyebut dirinya sendiri 'chowkidar' yang berarti penjaga.
 
"Di mana pun kelompok teror dan pelaku kejahatan bersembunyi, pasukan keamanan kami akan mengusir dan menghukum mereka. Setiap tetes darah prajurit kita yang tewas akan dibalaskan," katanya kala itu.
 
Pada 14 Februari lalu, kelompok militan bermarkas di Pakistan menewaskan sekitar 40 pasukan terjun payung India di Kashmir. Insiden ini kembali membuat hubungan kedua negara menegang.
 
India menuding Pakistan 'memelihara' para teroris tersebut. Sementara Islamabad terus membantah tuduhan tersebut.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif