Korut Usir Warga AS, Pompeo Mengaku Lega
Bendera Korea Utara. (Foto: AFP)
Pyongyang: Korea Utara mengusir seorang warga negara Amerika Serikat (AS) yang dituduh berusaha memasuki wilayah secara ilegal. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengaku lega karena kasus ini berakhir dengan cepat.

Selama ini, Korut biasanya tidak begitu saja melepaskan orang asing yang melanggar peraturan. Beberapa dari mereka yang melanggar hukum biasanya dipenjara dalam waktu lama atau dijatuhi hukuman lain.

Baca: Korut Usir Warga AS yang Masuk Ilegal


"AS mengapresiasi kerja sama dari Republik Demokratik Rakyat Korea dan Kedutaan Besar Swedia dalam memfasilitasi pembebasan seorang warga Amerika," ucap Pompeo, menggunakan nama resmi Korut, seperti disitir dari kantor berita AFP, Jumat 16 November 2018.

Swedia merepresentasikan kepentingan AS di Korut karena Washington tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Pyongyang. "AS berterima kasih atas dukungan Swedia atas advokasi terhadap warga Amerika," lanjut dia.

Pria yang diusir Korut diidentifikasi sebagai Lawrence Bruce Byron. Media Korean Central News Agency (KCNA) menyebut pria itu telah ditahan sejak 16 Oktober usai menyeberang ke Korut dari Tiongkok pada 16 Oktober.

"Saat diinterogasi, dia mengaku masuk secara ilegal di bawah komando Agensi Intelijen Pusat (CIA)," lapor KCNA. "Otoritas terkait memutuskan mengusir dia dari Korut," lanjutnya.

November tahun lalu, pria bernama sama ditangkap di Korea Selatan saat berusaha menyelinap melewati perbatasan antar-Korea. Byron, berusia 50-an dan berasal dari Louisiana, dideportasi ke AS kala itu.

"Gestur terbaru ini dapat diartikan Korut ingin menjaga momentum dialog dengan AS," tutur profesor Yang Moo-jin dari Universitas Studi Korut kepada AFP.

Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un berdialog untuk kali pertama dalam KTT Singapura pada Juni lalu. KTT menghasilkan kesepakatan terkait denuklirisasi, namun tidak memaparkan beragam detail.

Pompeo ditugaskan Trump untuk menindaklanjuti kesepakatan itu. Namun kelanjutan dialog denuklirisasi ini terhambat sikap kedua negara, di mana AS tetap menjatuhkan sanksi ekonomi, sementara Korut keberatan dengan langkah tersebut.




(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id