Protes anti-AS di Filipina (Foto: AFP)
Protes anti-AS di Filipina (Foto: AFP)

Rakyat Filipina Curiga dengan Tiongkok

Fajar Nugraha • 22 Oktober 2016 16:39
medcom.id, Manila: Presiden Filipina Rodrigo Duterte menegaskan pemerintahannya akan lebih dekat ke Tiongkok. Namun rakyat Filipina justru curiga dengan Tiongkok.
 
Sebuah survei baru yang dikeluarkan minggu ini oleh Social Weather Stations, sebuah lembaga nirlaba di Filipina, memperlihatkan kepercayaan yang tinggi kepada Amerika Serikat (AS).
 
"Sebagian besar rakyat Filipina mendukung bantuan militer Amerika meskipun ada serangkaian komentar anti-Amerika dari presiden mereka yang baru," menurut jajak pendapat dan acara televisi, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Sabtu (22/10/2016).
 
Beberapa pihak khawatir dengan proposal presiden untuk bersekutu dengan Tiongkok sementara Filipina punya pertikaian wilayah dengan negara itu.
 
Beberapa kalangan di Filipina, bersedia untuk memberi Tiongkok peluang, sementara Presiden Rodrigo Duterte melakukan lawatan ke Beijing guna membahas bantuan ekonomi untuk negaranya. Duterte pada Kamis mengatakan, dia berniat memisahkan diri dari Amerika baik secara militer maupun ekonomi.
 
 
Langkah ini terjadi menyusul kritik dari Amerika sehubungan pembunuhan ekstrayudisial yang terjadi dalam kampanye anti-narkoba yang diupayakan Duterte.
 
Responden mengatakan mereka tetap ingin bantuan dari Negeri Paman Sam itu dalam melawan pemberontak serta juga kapal-kapal Tiongkok yang berkeliaran di lepas pesisir baratnya.
 
Duterte tarik ucapan putus dengan Amerika
 
Presiden Rodrigo Duterte menyebutkan maksud dari ucapan putus hubungan dengan AS, lebih dari pembatasan hubungan luar negeri yang tidak harus selalu mengikuti Amerika. 
 
"Yang ingin saya katakan adalah pemisahan kebijakan luar negeri, di mana sejak dahulu hingga saat ini, kita terus mengikuti saran dari AS," jelas Duterte.
 
 
Sementara Menteri Luar Negeri Perfecto Yasay menyebutkan bahwa Duterte ingin menyeimbangan kebijakan luar negeri serta memperluas aliansi negaranya, bukan hanya dengan AS saja.
 
"Filipina ini menjauh dari citra adik kecil AS yang berkulit coklat, yang selama ini mempersulit kemampuan untuk berdiri sendiri. Kami ingin mengatasi masalah domestik dan luar negeri dengan kemampuan pribadi tanpa ada campur tangan pihak asing," pungkas Yasay.
 
 

 
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif