Peresmian gedung baru Kedutaan Besar Republik Amerika Serikat di Jakarta, 19 Maret 2019. (Foto: Fajar Nugraha/Medcom.id).
Peresmian gedung baru Kedutaan Besar Republik Amerika Serikat di Jakarta, 19 Maret 2019. (Foto: Fajar Nugraha/Medcom.id).

Tangan Indonesia-Amerika Bangun ’Rumah Baru’ Kedubes AS

Internasional indonesia-as
Fajar Nugraha • 19 Maret 2019 17:43
Jakarta: Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) meresmikan gedung baru mereka pada 19 Maret 2019. Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr, menyebut gedung ini sebagai contoh komitmen kerja sama AS dan Indonesia.
 
Baca juga: Menyusuri Gedung Kedubes AS yang Seperti Museum.
 
Dubes Donovan mengatakan peresmian rumah baru kami, sangat tepat dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik AS-RI. AS merupakan salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Membuka Kedubes AS pertama pada 28 desember 1949, Presiden Harry S Truman menunjuk dubes AS pertama untuk Indonesia, H. Merle Cochran, memastikan dukungan AS dan menyambut indonesia sebagai negara merdeka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Gedung ini menjadi contoh komitmen kerja sama antara kedua negara. kerja sama antara Indonesia dan AS dibangun atas pondasi nilai demokrasi dan kepentingan bersama, seperti pendidikan, berbagai pengalaman dan inovasi dalam membangun masa depan yang lebih cerah,” sebut Dubes Donovan, saat peresmian gedung kedutaan di Jakarta, Selasa, 19 Maret 2019.
 
“Inovasi ini terlihat dari gedung baru kami. Saat merancang gedung, kami menginginkan mengurangi dampak atas lingkungan dengan mengambil keuntungan dari lokasi yang ditawarkan gedung ini,” imbuhnya.
 
Dubes Donovan menambahkan para arsitek memanfaatkan iklim jakarta yang cerah. Hasilnya gedung yang didesain oleh Davis Brody Bond Architects menggunakan fitur-fitur yang bisa memanfaatkan energi terbarukan. Gedung tersebut diklaim bisa mengurangi konsumsi energi yang berlebihan. Termasuk juga bisa memanfaatkan curah hujan jakarta, dimana airnya bisa disimpan untuk mengurangi penggunaan air berlebih.
 
“Rumah baru kami ini dibangun oleh tangan pekerja dari Indonesia dan Amerika Serikat,” tutur Dubes Donovan.
 
Tangan Indonesia-Amerika Bangun ’Rumah Baru’ Kedubes AS
Plakat gedung Kedubes AS yang baru yang diberikan Presiden Donald Trump. (Foto: Fajar Nugraha/Medcom.id).
 
Gedung baru ini digunakan oleh perwakilan AS di Jakarta dan juga misi AS untuk ASEAN. Kuasa Usaha Kedubes AS untuk ASEAN Jane Bocklage juga menganggap penting gedung yang digunakan untuk dwi misi ini.
 
Bocklage menyebutkan Amerika Serikat sudah menjadi rekan ASEAN selama 42 tahun. Sejak 1967 ASEAN menjadi kekuatan besar untuk menjaga perdamaian di Asia, termasuk juga mengupayakan pertumbuhan ekonomi bagi 10 negara anggotanya.
 
“Pada 2015, AS dan ASEAN meningkatkan hubungan menjadi kemitraan strategis. Beberapa minggu lalu kami menegaskan kembali kemitraan strategis ini dalam pertemuan AS-ASEAN ke 10,” sebut Dubes Blocklage.
 
“Kami sangat senang bisa bergabung kolega di perwakilan untuk Indonesia dalam ‘rumah bersama’. Semoga ‘rumah bersama’ ini menjadi simbol untuk pandangan yang dibagi bersama dengan kolega ASEAN dalam bekerja sama meraih masa depan baik bagi Indonesia dan ASEAN,” tuturnya.
 
Pembangunan gedung yang dibuat sejak 2012 itu dikomandoi oleh Overseas Buildings Operations (OBO) Kementerian Luar Negeri AS. Pihak OBO selain menyertakan Davis Brody Bond Architects juga Page of Washington sebagai perusahaan arsitektur juga B.L Harbert International of Birmingham sebagai kontraktor umumnya.
 
Direktur OBO Addison D Davis IV turut serta dalam pemotongan pita tanda peresmian gedung. “Ini adalah pemotongan pita pertama saya lakukan dalam 180 hari jabatan baru saya pegang. Hari ini sangat menarik karena gedungnya sangat modern efisien, tangguh dan kompleks yang aman serta mewakili komitmen tinggi dan persahabatan kekal antara Amerika Serikat dengan pemerintah dan rakyat Indonesia serta juga ASEAN,” sebut Davis.
 
“Kompleks baru ini dibangun dengan visi mengutamakan keamanan, tetapi juga memberikan ruang nilai keterbukaan Amerika Serikat dengan lingkungan setempat,” jelasnya.
 
Tangan Indonesia-Amerika Bangun ’Rumah Baru’ Kedubes AS
Potong tumpeng peresmian gedung Kedubes AS di Jakarta yang baru. (Foto: Fajar Nugraha/Medcom.id).
 
Terletak di jantung Ibu Kota Jakarta, di Jalan Merdeka Selatan, tampak gedung ini bermayoritas berwarna putih dengan desain lapisan luar yang menyerupai tenun.Dubes Donovan memastikan gedung ini bukan yang terbesar di dunia, tetapi salah satu gedung Kedubes AS yang terbesar di dunia.
 
Desain yang menarik ini memang tampak jelas dari bangunan kaca seluas 99.000 meter per segi itu. Dilengkapi 10 lantai, rancangan fasad utama gedung mencerminkan iklim dan lingkungan tropis Jakarta. Biaya pembangunan yang menghabiskan USD529 juta atau setara Rp3,7 triliun ini, juga mencakup sistem lapisan metal berlubang dan juga dirancang agar air hujan, air limbah dan air sulingan pendingin dapat dimanfaatkan untuk kepentingan gedung,
 
Tidak hanya itu, rancangan unik dari gedung ini diproyeksikan mengurangi biaya pemakaian energi hingga 30 persen. Proyek gedung ini bahkan terdaftar di U.S Green Building Council atau Dewan Gedung Ramah Lingkungan AS dan ditargetkan untuk memperoleh sertifikasi perak leadership ini Energy and Environmental Design (LEED).
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif