Belasan jasad dievakuasi setelah tebing di area tambang giok longsor akibat hujan deras semalaman di kota Hpakant, negara bagian Kachin.
"Kami menerima tujuh jasad tadi malam dan lima lainnya pagi ini," ujar seorang polisi di Naypyidaw kepada AFP.
Misi penyelamatan sempat tertunda akibat guyuran hujan deras yang berpotensi memicu tanah longsor lanjutan. Sedikitnya 15 orang terluka dalam musibah ini, dan sekitar 30 lainnya masih dinyatakan hilang.
Mengonfirmasi jumlah korban tewas, seorang pegawai pemerintah lokal Nilar Myint mengatakan sekitar 50 orang sedang mencari giok di Hpakant saat hujan turun. Tiba-tiba, tebing di dekat mereka runtuh.
"Kami sedang memeriksa beberapa rumah di dekat tempat kejadian untuk melihat apa ada orang hilang," kata Myint.
Serangkaian longsor mematikan kerap terjadi di Hpakant dalam setahun terakhir. Insiden pada November tahun lalu di kawasan tersebut menewaskan lebih dari 100 orang.

Tim penyelamat mencari korban longsor di tambang giok di Myanmar. Foto: AFP
Sebagian besar korban jiwa dalam longsor di Myanmar adalah pekerja lepas, yang menyisir area bekas tambang yang sudah ditinggalkan perusahaan besar.
"Kami rasa ada sekitar 200 orang yang bekerja di daerah itu saat longsor terjadi tadi malam. Mungkin akan ada lebih banyak korban jiwa," ujar seorang warga Hpakant.
Myanmar adalah salah satu negara penghasil giok terbaik di dunia, batu berwarna hijau yang menjadi barang bernilai tinggi di Tiongkok. Negeri Tirai Bambu menyebut giok sebagai "batu surga."
Banyak perusahaan tambang di Myanmar meraup untung besar dari giok. Namun sebagian besar warga lokal mengaku tak mendapat keuntungan apapun dari aktivitas pertambangan tersebut.

Petugas memeriksa kualitas batu giok dalam sebuah pelelangan di Myanmar. Foto: AFP
Organisasi Global Witness mengestimasi Myanmar telah memproduksi giok hingga senilai USD31 miliar pada 2014. Keuntungan penjualan itu masuk ke kantong beberapa figur di Myanmar, mulai dari tokoh militer hingga mantan petinggi junta.
Menurut dugaan Global Witness, sebagian besar giok kualitas terbaik langsung diselundupkan ke Tiongkok. Global Witness mengatakan industri terselubung batu giok di Myanmar mungkin adalah "sebuah pencurian sumber daya alam terbesar di era modern."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News