Petugas mencari korban yang terkubur tanah longsor di sebuah bekas tambang giok di Kachin, Myanmar, Minggu (22/11/2015). (Foto: AFP/STR)
Petugas mencari korban yang terkubur tanah longsor di sebuah bekas tambang giok di Kachin, Myanmar, Minggu (22/11/2015). (Foto: AFP/STR)

Longsor di Tambang Giok Tewaskan 90 Orang

Willy Haryono • 22 November 2015 16:16
medcom.id, Kachin: Musibah tanah longsor di sebuah tambang batu giok di wilayah utara Myanmar menewaskan sedikitnya 90 orang, Minggu (22/11/2015). 
 
Korban terkubur tumpukan tanah dan material sisa di tambang giok di negara bagian Kachin. Sebagian besar dari mereka adalah pencari batu giok yang tinggal di sekitar area yang sudah ditelantarkan perusahaan penambangan. 
 
Negara bagian Kachin adalah salah satu produsen batu giok terbaik di dunia. 

Longsor terjadi di Hpakhant pada pagi hari, yang diikuti laporan sejumlah orang hilang. Operasi penyelamatan besar-besaran dilancarkan Palang Merah, militer, polisi dan komunitas lokal Myanmar. 
 
Kantor berita Global New Light of Myanmar melaporkan banyak korban sedang tertidur pulas saat longsor terjadi. 
 
"Kami hanya melihat banyak jasad, tapi tidak tahu ada berapa orang yang tinggal di sana," ujar petugas pemerintahan daerah Nilar Myint kepada AFP. Ia menyebut hanya ada satu orang yang berhasil ditarik dari material longsor, namun meninggal dunia tak lama setelahnya. 
 
Usaha pencarian korban terhambat cuaca buruk. Belum diketahui penyebab pasti tragedi ini. Buruknya jaringan komunikasi di Kachin mempersulit awak media untuk mendapatkan laporan terbaru. 
 
Dalam sebuah laporan pada Oktober, grup advokasi Global Witness mengatakan nilai batu giok yang diproduksi di Kachin pada 2014 mencapai USD31 miliar. Jumlah tersebut hampir setara dengan separuh dari penghasilan GDP Myanmar. Namun keuntungan dari penjualan giok ini nyaris tidak menyentuh warga biasa. 
 
Masyarakat setempat di sekitar area tambang batu giok kerap mengecam perusahaan karena kurang memerhatikan keselamatan pekerja, bertindak semena-mena dan mengambil lahan tanpa izin. 
 
Banyak area tambang giok di Kachin kini sudah berubah bak permukaan bulan karena sudah dieksloitasi habis-habisan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan