NEWSTICKER
Mantan PM Malaysia Najib Razak (jas biru) dituduh perintahkan pembunuhan terhadap model Mongolia. Foto: AFP
Mantan PM Malaysia Najib Razak (jas biru) dituduh perintahkan pembunuhan terhadap model Mongolia. Foto: AFP

Najib dan Putri Bersatu Bantah Tuduhan Pembunuhan

Internasional najib razak
Fajar Nugraha • 17 Desember 2019 16:11
Petaling Jaya: Tuduhan mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah memerintahkan pembunuhan terhadap seorang model asal Mongolia, dibantah keras oleh puterinya. Najib pun sebelumnya sudah mengeluarkan bantahan.
 
Sebelumnya, Datuk Seri Najib Razak mengecam klaim baru bahwa ia telah memerintahkan pembunuhan Altantuya Shaariibuu dari Mongolia. Tuduhan dari mantan perwira polisi Azilah Hadri bahwa dia telah memberinya perintah untuk membunuh Altantuya sebagai pemalsuan total.
 
“Pembunuhan Altantuya terjadi 13 tahun yang lalu. Kasus ini telah melalui ratusan hari dan bertahun-tahun dalam persidangan di Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Federal, yang akhirnya menjatuhkan hukuman mati (kepada pelaku),” ujar Najib, seperti dikutip The Star, Selasa, 17 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saya menginstruksikan petugas untuk mengajukan laporan polisi tentang kasus ini tahun lalu. Polisi mengatakan tidak ada bukti yang mengaitkan saya dengan kasus ini. Petugas polisi lain yang dihukum mati juga bersumpah bahwa saya tidak terlibat," kata Najib, merujuk kepada Kopral Sirul Azhar Umar.
 
Dalam sebuah posting Facebook kemarin, tokoh senior Partai Umno itu mempertanyakan mengapa detail baru dari kasus tiba-tiba saja muncul.
 
“Tiba-tiba ada detail (Altantuya menjadi) mata-mata Rusia dan tuduhan bahwa aku memerintahkan pembunuhannya karena dia adalah mata-mata. Bahkan pengacara pembela (Azilah) terkejut dengan deklarasi hukum yang dibuat oleh kliennya," kata Najib, merujuk pada pengacara Hazman Ahmad, yang telah membantah peran dalam deklarasi hukum.
 
Najib juga mengkritik pemerintah koalisi Pakatan Harapan yang kini dipimpin oleh Mahathir Mohamad.
 
“Pakatan sekarang memiliki sebuah fobia menjadi pemerintahan satu masa, jadi mereka keluar dengan konspirasi baru untuk menentang dan menuduh saya,” tegas Najib.
 
Putrinya, Nooryana Najwa Najib, juga mengecam tuduhan bahwa ayahnya terlibat dalam pembunuhan Altantuya.
 
"Ayah saya bukan pembunuh. Saya baru saja menghabiskan dua jam terakhir mendengarkan (mantan AS) Presiden Obama (Barack) Obama berbicara tentang perlunya para pemimpin politik untuk menyadari bahwa Anda berada dalam posisi ini untuk melakukan pekerjaan Anda dan bekerja untuk rakyat,” sebut Nooryana dalam sebuah posting Instagram.
 
“Untuk sesaat, saya diingatkan. Kemudian saya pulang dan melihat klaim fitnah yang diumumkan untuk menutupi ketidakmampuan pihak tertentu,” katanya.
 
Dia mempertanyakan apakah klaim fitnah akan terus menyebar di negara ini.
 
“Siapa korban terbesar dalam semua permainan pengkhianatan dan fitnah yang tidak pernah berakhir ini? Itu adalah rakyat, anak-anak kita, cucu-cucu kita. Apakah kita akan membiarkan kebohongan dan penipuan menjadi orde baru kesuksesan di negara kita?” tanya Nooryana.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif