Peluncuran misil pada Jumat 16 Agustus 2019 adalah kali keenam yang dilakukan Korut dalam beberapa pekan terakhir. (Foto: KCNA VIA KNS/AFP / KCNA VIA KNS)
Peluncuran misil pada Jumat 16 Agustus 2019 adalah kali keenam yang dilakukan Korut dalam beberapa pekan terakhir. (Foto: KCNA VIA KNS/AFP / KCNA VIA KNS)

Kim Jong-un Pantau Langsung Uji Coba 'Senjata Baru'

Internasional kim jong-un korea utara rudal korut
Willy Haryono • 17 Agustus 2019 11:46
Pyongyang: Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sekali lagi memantau langsung peluncuran "senjata baru." Laporan disampaikan kantor berita nasional Korut, yakni Korean Central News Agency atau KCNA, Sabtu 17 Agustus 2019.
 
Uji coba misil pada Jumat 16 Agustus itu merupakan kali keenam yang dilakukan Korut dalam beberapa pekan terakhir. Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) telah mendeteksi peluncuran terbaru, yang disebutnya sebagai "dua proyektil tak dikenal."
 
Menurut JCS, seperti dilansir dari laman AFP, dua proyektil yang diduga adalah misil balistik jarak pendek itu sempat terbang sejauh 230 kilometer, sebelum akhirnya jatuh di perairan antara Semenanjung Korea dan Jepang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KCNA melaporkan bahwa uji coba terbaru ini menelurkan "hasil sempurna" yang semakin memperkuat keyakinan Kim atas sistem senjata Korut.
 
Baca:Korut Melepaskan Tembakan Dua Rudal Tak Dikenal
 
"Misil Juche telah ditembakkan di tengah kehadiran Pemimping Agung," tulis KCNA, merujuk pada Kim Jong-un. Sementara Juche adalah istilah bagi ideologi resmi negara Korut.
 
Laporan KCNA muncul usai Korut menyebut Presiden Korsel Moon Jae-in telah berbuat "lancang" karena ingin melanjutkan dialog antar-Korea namun tetap melanjutkan latihan militer dengan Amerika Serikat.
 
Rencana melanjutkan dialog antara Korut dan AS relatif mandek sejak Kim bertemu Presiden Donald Trump di Zona Demiliterisasi pada Juni lalu. Namun Trump mengatakan pekan kemarin bahwa dirinya baru saja menerima "surat yang sangat indah" dari Kim.
 
Trump juga mengaku sepakat dengan Kim yang menentang latihan militer gabungan AS-Korsel. Namun, Trump menyepakati penentangan itu dari bidang finansial, bukan militer.
 
Stehen Biegun, utusan khusus AS untuk Korut, akan terbang ke Jepang dan Korsel pekan depan. Ia akan membicarakan mengenai kelanjutan denuklirisasi Semenanjung Korea.
 
Korut telah menegaskan bahwa dialog nuklir hanya akan berlangsung antara Pyongyang dan Washington. Korut menolak tegas mengenai wacana dialog terpisah dengan Korsel.
 
Washington, sekutu Seoul, menyiagakan sekitar 30 ribu personel militer di Korsel.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif