Korea Utara terus meluncurkan rudal sebagai bentuk penolakan latihan militer Korea Selatan dan Amerika Serikat. Foto: AFP.
Korea Utara terus meluncurkan rudal sebagai bentuk penolakan latihan militer Korea Selatan dan Amerika Serikat. Foto: AFP.

Korut Melepaskan Tembakan Dua Rudal Tak Dikenal

Internasional korsel-korut rudal korut
Fajar Nugraha • 16 Agustus 2019 07:36
Seoul: Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan Korea Utara (Korut) menembakkan dua ‘proyektil tak dikenal’ ke laut pada Jumat. Ini adalah yang terbaru dari serangkaian peluncuran semacam itu oleh Pyongyang.
 
Militer Korea Selatan mengatakan proyektil itu ditembakkan dari dekat kota Tongchon, Provinsi Kangwon ke Laut Timur, yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.
 
"Militer sedang memantau situasi jika ada peluncuran tambahan sambil mempertahankan postur kesiapan," sebut pernyataan JCS, seperti dikutip AFP, Jumat, 16 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Itu adalah keenam kalinya peluncuran rudal dilakukan sejak Juli lalu. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menegaskan peluncuran ini sebagai peringatan serius terhadap latihan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Korsel yang dimulai awal Agustus.
 
Korea Utara selalu marah dengan latihan perang tersebut. Mereka menilai latihan itu sebagai latihan untuk invasi.
 
Sebelumnya Jumat, Komite Korea Utara untuk Reunifikasi Damai Negara merilis pernyataan yang mengatakan pihaknya menolak komentar oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada Kamis yang menguraikan keinginannya untuk unifikasi. Menurut komite itu, tidak ada lagi yang perlu dibicarakan dengan pihak berwenang Korea Selatan.
 
Dalam pidatonya yang menandai peringatan pembebasan Korea dari pemerintahan Jepang tahun 1910-1945, Moon menjabarkan tujuan "mencapai perdamaian dan penyatuan pada tahun 2045", meskipun masa jabatan lima tahunnya berakhir pada tahun 2022.
 
Pernyataan Korut menyalahkan Korea Selatan atas kebuntuan ‘deklarasi Panmunjom yang bersejarah’. "Kami tidak memiliki apa-apa untuk berbicara lagi dengan pihak berwenang Korea Selatan atau tidak punya ide untuk duduk bersama mereka lagi,” pungkas pihak komite.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif