(istimewa)
(istimewa)

Anwar Ibrahim Luncurkan Malaysia MADANI Jadi Tonggak Dasar Pemerintahan

Anggi Tondi Martaon • 22 Januari 2023 11:14
Jakarta: Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim (DSAI), meluncurkan konsep Malaysia MADANI. Yakni kerangka visi baru bagi negara dengan upaya nirmala yang terintegrasi dan holistik, serta berorientasi mewujudkan masyarakat yang beradab, maju, terampil, dan inklusif.
 
"Tujuan kami adalah mengubah Malaysia menjadi negara yang berkelanjutan, sejahtera, kreatif, saling menghormati, dan santun berdasarkan rasa saling percaya. Kata kunci dari visi ini adalah MADANI, yang pada dasarnya merupakan kepercayaan antara pemerintah dan rakyat berdasarkan transparansi dan kerja sama," ujar Anwar Ibrahim dalam keterangan tertulis, Minggu, 22 Januari 2023.
 
PM ke-10 Malaysia ini memerincikan apa yang dimaksud dengan MADANI. Kata tersebut mewakili enam prinsip, yakni kemampanan, kesejahteraan), daya cipta, hormat, keyakinan, dan ihsan, yang merupakan pilar dalam memetakan arah Malaysia menuju negara bangsa maju dan damai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu ditulis sebagai hasil dari pengalaman lebih dari empat dekade di bidang pelayanan publik, mengepalai beberapa kementerian di pemerintahan, memimpin beberapa badan internasional, serta menjadi pendidik di beberapa universitas bergengsi di dunia," jelas Anwar.
 
Anwar menambahkan kendaraan utama yang menjadi inti MADANI Malaysia akan didukung empat inti strategis utama, yaitu membangun kembali perekonomian, menjamin kesejahteraan manusia, mereformasi institusi dan legislasi demokrasi dan membangun administrasi yang amanah. 
 
"Untuk menjamin kesinambungan dan kelancaran agenda ini, tiga strategic enabler akan berfungsi sebagai motor penggerak, yaitu digitalisasi pelayanan rakyat, lemberdayaan talenta terbaik bangsa dan pemberdayaan manajemen proyek strategis," jelas dia.

Baca: Heboh! Menteri Malaysia Pidato Pakai Bahasa Jawa


Dengan semangat, ketelitian, keinginan, dan tekad Malaysia MADANI, Anwar mengajak semua pihak mendukung konsep ini demi kebaikan bersama.
 
"Kita luncurkan MADANI bukan sekadar sebagai slogan baru, tetapi sebagai upaya kita untuk membawa perubahan bagi masyarakat dan sistem nasional. Sekarang adalah kesempatan bagus untuk mewujudkan ide yang telah saya ajukan lebih dari dua dekade lalu," tegas dia.
 
Pakar Bidang Pemikiran Islam dari Institut Pemikiran dan Peradaban Islam Antarabangsa-Universiti Islam Antarabangsa (ISTAC-IIUM), Profesor Emeritus Datuk Dr Osman Bakar, mengatakan istilah Negara MADANI yang dicetuskan Anwar Ibrahim tidak sama dengan konsep Islam Hadhari dari PM ke-5 Malaysia Tun Abdullah Ahmad Badawi.
 
"Ada beberapa perbedaan antara dua gagasan itu. Perbedaanya mudah saja dipahami menunjukkan bahwa kedua-duanya merujuk kepada ide peradaban dan keberedaban meskipun istilah peradaban tidak digunakan dalam gagasan Malaysia MADANI yang diinspirasikan oleh DSAI," jelas dia.
 
Dia menjelaskan konsep Islam Hadhari yang digagas Badawi adalah ingin memperluas pemahaman umat Islam tentang agama mereka dari melihatnya hanya sebagai ajaran tentang ibadah, ritual, hukum halal dan haram untuk melihatnya sebagai ajaran yang lebih luas dengan mencakup masalah pembangunan peradaban.
 
Sedangkan, konsep Malaysia MADANI merupakan visi nasional sekaligus filosofi sosial yang menggariskan enam prinsip dasar sebagai landasan pembangunan Malaysia yang lebih maju dan adil.
 
"Kita menemukan bahwa kata MADANI digunakan di sini untuk menyebutkan kumpulan ciri-ciri utama negara Malaysia di bawah Pemerintahan Anwar Ibrahim. Namun demikian, ciri utama Malaysia MADANI juga menjadi gagasan inti dalam konsep dan filosofi madani dalam pemikiran Islam tradisional seperti yang dijelaskan oleh al-Farabi," papar dia.
 
Dia menjelaskan Anwar Ibrahim menyadari konsep dan filsafat madani dalam sejarah pemikiran Islam. Menurut dia, ini adalah pemikiran yang menarik.

Baca: Malaysia Tingkatkan Infrastruktur Sabah dan Sarawak Seiring Pembangunan IKN


Dengan penggunaan istilah MADANI Malaysia sebagai nama gagasan sosialnya, Anwar Ibrahim dinilai berhasil menghubungkan gagasan keberadaban dengan isu-isu utama yang dihadapi Malaysia kontemporer dan dengan filsafat madani dalam pemikiran Islam klasik.
 
"Saya yakin bahawa konsep MADANI yang dibawa oleh DSAI lambat laun akan dipahami oleh masyarakat awam. Yang diperlukan ialah memahamkan tentang enam prinsip yang terkandung dalam konsep tersebut," ujar dia.
 
Dia menyampaikan prinsip-prinsip ini bukan ide baru. Tetapi perlu ditegaskan sekarang adalah pemahamanya secara menyeluruh di mana keenam prinsip itu saling memiliki keterkaitan antara satu sama lain dan dipraktikkan secara menyeluruh.
 
"Perlu ada ajakan yang berkelanjutan untuk menerangkan gagasan Malaysia MADANI oleh semua kementerian," tutur dia.
 
Di samping itu, dia menjelaskan sebagai visi nasional dan filosofi sosial yang praktis, Malaysia MADANI cukup baik untuk dijadikan pedoman bagi masyarakat dan negara dalam mencapai kemajuan yang seimbang. Namun, tantangan besar yang harus dihadapi adalah mengisi dan memahami.
 
Menurut dia, masing-masing dari enam prinsip dan karakteristik MADANI perlu dihayati dalam praktik. Sektor pendidikan formal maupun nonformal merupakan strategi terbaik untuk menjawab tantangan tersebut.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif