Zaid menghadiri pemakaman dengan menggunakan kursi roda. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)
Zaid menghadiri pemakaman dengan menggunakan kursi roda. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)

Ayah dan Anak Dikebumikan di Pemakaman Perdana Christchurch

Internasional Penembakan Selandia Baru
Willy Haryono • 20 Maret 2019 08:23
Christchurch: Seorang pengungsi asal Suriah dan anaknya dikebumikan dalam pemakaman perdana korban penembakan di Christchurch, Selandia Baru, Rabu 20 Maret 2019. Keduanya tewas ditembak dalam aksi teror di dua masjid di Christchurch pada Jumat 15 Maret lalu.
 
Ratusan orang menghadiri pemakaman perdana ini. Sebagian besar dari mereka adalah Muslim, yang saling berpelukan dan menyemangati di area pemakaman di Christchurch dekat Masjid Lindwood.
 
Masjid Linwood adalah satu dari dua masjid yang menjadi sasaran penembakan Brenton Tarrant, pria 28 tahun asal Australia. Satu masjid lainnya adalah Masjid Al-Noor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam prosesi pemakaman perdana ini, ratusan orang berdoa untuk Khaled Mustafa dan anaknya yang berusia 15 tahun, Hamza. Nama keduanya disebutkan dengan pengeras suara di area pemakaman.
 
Keluarga Mustafa datang ke Selandia Baru sebagai pengungsi tahun lalu. Mereka semua meninggalkan Suriah yang dilanda konflik berkepanjangan sejak 2011.
 
Khaled dan Hamza ditembak mati saat sedang menunaikan ibadah salat Jumat di Masjid Al-Noor, masjid pertama yang diserang Tarrant. Adik Hamza, Zaid, juga terkena tembakan namun berhasil selamat. Zaid menghadiri pemakaman dengan menggunakan kursi roda.
 
Salah satu yang hadir dalam pemakaman adalah Abdul Aziz, seorang pengungsi asal Afghanistan. Saat kejadian pada Jumat 15 Maret, Abdul berani berhadapan langsung dengan pelaku, Brenton Tarrant. Ia bahkan sempat mengejar Tarrant hingga akhirnya pria asal Australia itu pergi meninggalkan lokasi dengan menggunakan sebuah mobil.
 
Dikenal karena keberaniannya saat itu, Abdul dipeluk banyak orang di sesi pemakaman pagi ini. Nama-nama yang akan dikuburkan tidak disebutkan, namun sejumlah orang mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa ada dua orang yang dikebumikan hari ini.
 
Sejumlah keluarga korban mengeluhkan lambannya identifikasi jenazah. Dalam Islam, sudah merupakan keharusan bahwa jenazah harus dimakamkan sesegera mungkin.
 
Dari 50 korban tewas, baru enam yang sudah dikembalikan ke keluarga masing-masing. Otoritas Selandia Baru mengaku melakukan yang terbaik untuk segera menyelesaikan proses autopsi dan identifikasi.
 
Komisioner Kepolisian Selandia Baru Mike Bush mengatakan proses penyerahan jenazah memang relatif lamban karena pihaknya harus memastikan 100 persen identitas tiap-tiap korban.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif