Pertemuan Abe dan Xi di Bawah Bayang-Bayang Trump
PM Jepang Shinzo Abe (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Vladivostok, Rusia, 12 September 2018. (Foto: AFP/JIJI PRESS)
Tokyo: Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bertolak menuju Tiongkok untuk bertemu Presiden Xi Jinping pada Kamis mendatang. PM Abe menghadapi situasi kompleks, karena ingin meningkatkan hubungan dengan Tiongkok dan juga tidak ingin merusak kemitraan Amerika Serikat.

Hubungan Jepang dengan Tiongkok berangsur membaik setelah sempat bersitegang karena berbagai isu. Namun itu terjadi saat AS, mitra dagang terbesar Jepang, melancarkan perang tarif dengan Tiongkok.

Baca: Analis Sebut Perang Dagang AS-Tiongkok di Periode Berkepanjangan


AS juga sesekali mengancam Jepang akan menerapkan hal serupa seperti yang dilakukan kepada Beijing. "Menjaga keseimbangan antara dua (negara mitra) adalah tantangan bagi Abe," ujar pakar politik dan keamanan Jepang, Brad Glosserman kepada kantor berita CNBC, Senin 22 Oktober 2018.

PM Abe dikabarkan bertolak ke Tiongkok dengan ditemani ratusan pebisnis. Ini merupakan kunjungan perdana dari PM Jepang ke Tiongkok sejak 2011.

"Perang dagang dengan AS seperti membantu mereka (Jepang dan Tiongkok) memperbaiki hubungan," sebut Kristin Vekasi, asisten profesor ilmu politik di Universitas Maine.

"Dalam hal tersebut, keduanya berada di kubu yang sama. Dan jika Jepang nantinya menjauh dari AS karena berkurangnya kesempatan ekonomi, maka ada potensi untuk hubungan yang lebih dekat dengan Tiongkok," lanjut dia kepada AFP.

Pada 2012, Jepang dan Tiongkok sempat bersitegang atas sengketa sederet pulau di Laut China Timur. Tiongkok geram karena Jepang melakukan "nasionalisasi" terhadap pulau-pulau tersebut, yang juga dianggap Beijing sebagai milik mereka.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id