Asap mengepul dari serangan udara Israel di Gaza, Minggu 5 Mei 2019. (Foto: AFP / MAHMUD HAMS)
Asap mengepul dari serangan udara Israel di Gaza, Minggu 5 Mei 2019. (Foto: AFP / MAHMUD HAMS)

PP Muhammadiyah Kecam Serangan Israel terhadap Media Turki

Internasional israel palestina muhammadiyah palestina israel
05 Mei 2019 21:16
Jakarta: Pasukan Israel dan militan Hamas di Gaza saling serang sepanjang akhir pekan ini. Hamas meluncurkan ratusan roket ke arah Israel, yang dibalas dengan serangan udara dan tembakan dari tank baja.
 
Salah satu serangan Israel di Gaza mengenai kantor media asal Turki, Anadolu Agency.
 
"Serangan udara Israel ke Jalur Gaza dengan target kantor berita Turki Anadolu Agency (AA) patut dikecam keras, bukan saja oleh para simpatisan dan pendukung Palestina, tetapi juga bagi mereka yang percaya dan memegang teguh kebebasan berekspresi," ujar Bahtiar Effendy, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Urusan Luar Negeri, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Minggu 5 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tindakan brutal Israel ini jelas ingin membungkam media massa yang selama ini memberitakan kondisi Gaza yang semakin memprihatinkan," lanjut dia.
 
Bahtiar meyakini meski gedung Anadolu dibombardir, kabar sesungguhnya mengenai kondisi Gaza dapat tetap diketahui masyarakat dunia. Ia bahkan meyakini Anadolu akan semakin teguh dan berkomitmen dalam menyajikan berita setelah kantornya terkena serangan udara.
 
"Muhammadiyah yang selama ini membantu perjuangan bangsa Palestina akan senantiasa mendukung pelaku-pelaku berita untuk membuka mata dunia tentang apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina," sebut Bahtiar.
 
Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras Israel setelah kantor media Anadolu di Gaza hancur dalam ketegangan terbaru antara pasukan Israel melawan Hamas -- kelompok penguasa Gaza.
 
"Kami mengutuk keras serangan Israel terhadap kantor agensi Anadolu di Gaza," tulis Erdogan di Twitter.
 
"Turki dan Anadolu akan terus memberitakan kepada dunia mengenai terorisme Israel dan kekejamannya di Gaza serta wilayah Palestina lainnya," lanjutnya.
 
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengaku telah mengebom sebuah bangunan di Gaza yang disebut sebagai kantor intelijen dan keamanan dari Hamas.
 
Seorang warga Israel dilaporkan tewas terkena serpihan dari roket. Sementara menurut keterangan otoritas di Gaza, serangan Israel disebut telah menewaskan empat warga Palestina, termasuk seorang ibu dan bayi perempuannya.
 
Mengenai ibu dan bayi perempuannya, Israel mengklaim keduanya tewas terkena roket Palestina dari Gaza yang tidak mengenai sasaran. Sementara empat warga Palestina yang tewas meliputi dua militan Hamas.
 
Ketegangan terbaru di wilayah Israel dan Gaza ini terjadi setelah sempat adanya gencatan senjata pada April lalu. Gencatan senjata diterapkan saat pemilihan umum berlangsung di Israel.
 
Baca:Israel Sebut Militan di Gaza Tembakkan Lebih dari 200 Roket
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif