Pasukan kemanan Bangladesh berpatroli dekat sebuah pabrik garmen di pinggiran kota Dhaka, 14 Januari 2019. (Foto: AFP/MUNIR UZ ZAMAN)
Pasukan kemanan Bangladesh berpatroli dekat sebuah pabrik garmen di pinggiran kota Dhaka, 14 Januari 2019. (Foto: AFP/MUNIR UZ ZAMAN)

Penggerebekan di Bangladesh Tewaskan Dua Terduga Ekstremis

Internasional isis bangladesh
Willy Haryono • 30 April 2019 06:51
Dhaka: Pasukan keamanan Bangladesh menggerebek sebuah bangunan yang diyakini sebagai persembunyian ekstremis di Dhaka, Senin 29 Maret, dan menewaskan sedikitnya dua terduga militan.
 
Komandan Batalion Aksi Cepat Bangladesh Letnan Kolonel Ashique Billah mengatakan kepada AFP bahwa polisi disambut tembakan senjata api saat menggerebek sebuah rumah di wilayah Bosila pada tengah malam.
 
Tembakan senjata api kemudian disusul sebuah ledakan yang menghancurkan dinding rumah tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bangladesh melancarkan operasi perburuan ekstremis usai terjadinya serangan pada Juli 2016. Kala itu, militan terinspirasi kelompok militan Islamic State (ISIS) menyerbu sebuah kafe di Dhaka dan membunuh 22 orang, termasuk 18 warga negara asing.
 
"Unit penjinak bom kami menemukan potongan tubuh dua militan di dalam rumah. Ledakannya sangat kuat sehingga menghancurkan tubuh keduanya dan juga membuat area sekitar bergetar," ujar Billah.
 
Empat orang ditangkap dalam penggerebekan ini, termasuk seorang imam dari masjid di dekat rumah tersebut.
 
Sementara itu dalam peristiwa tersebut, situs pemantau gerakan ekstremis SITE Intelligence Group melaporkan bahwa ISIS mengklaim telah "meledakkan bahan peledak" terhadap sekelompok polisi di Dhaka.
 
Menurut SITE, ISIS mengklaim ledakan tersebut melukai tiga polisi di jalan menuju pasar Gulistan di Dhaka.
 
Pada Maret 2017, ISIS mengaku telah meledakkan bom di kota Sylhet. Ledakan tersebut menewaskan enam orang, saat aparat keamanan sedang menggerebek sebuah lokasi yang diduga persembunyian ekstremis. Pemerintah Bangladesh kala itu menolak klaim ISIS dan menyalahkan grup lokal.
 
Sejak 2016, pasukan keamanan Bangladesh mengaku telah melakukan sejumlah operasi dan mengklaim telah membunuh hampir 100 ekstremis. Ratusan terduga ekstremis juga ditangkap sepanjang periode tersebut.
 
Bangladesh lebih meningkatkan keamanan sejak terjadinya rentetan bom di Sri Lanka pada 21 April, yang menewaskan 253 orang dan melukai hampir 500 lainnya. ISIS mengklaim aksi teror tersebut.
 
Baca:Akui Kekalahan di Suriah, ISIS Bertekad Balas Dendam

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif