PBB Minta Bangladesh Batalkan Repatriasi Rohingya
Pengungsi Rohingya di Bangladesh. (Foto: AFP)
Nay Pyi Taw: Penyelidik Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Myanmar meminta Bangladesh untuk membatalkan rencana repatriasi Rohingya, bulan ini.

Bangladesh dan Myanmar sepakat untuk memulangkan pengungsi Rohingya ke Rakhine pada pertengahan bulan ini. 

"Myanmar gagal memberikan jaminan bahwa Rohingya tidak akan mengalami penganiayaan dan kekerasan yang sama, sekali lagi," kata Pelapor Khusus PBB untuk HAM Myanmar Yanghee Lee, dikutip dari Channel News Asia, Rabu 7 November 2018.


"Akar penyebab krisis pertama kali harus ditangani terlebih dahulu, termasuk hak untuk kewarganegaraan mereka," lanjut dia.

Baca: Singapura Dukung Repatriasi Rohingya Segera Dilakukan

Bentrokan antara Rohingya dan militer Myanmar yang pecah pada Agustus 2017 membuat sekitar satu juta Rohingya melarikan diri ke Cox's Bazar dan Kutupalong di Bangladesh.

Bangladesh dan Myanmar telah mencapai kesepakatan pada November 2017 untuk memulai repatriasi dalam dua bulan sejak perjanjian dibuat. Meski demikian, hingga saat ini, repatriasi belum dilakukan dalam jumlah signifikan.

Dalam kesepakatan tersebut, Myanmar mengatakan pihaknya siap menerima kembali para pengungsi Rohingya dan telah membangun dua pusat repatriasi dan sebuah kamp transit untuk menampung para pengungsi saat mereka kembali. 

Namun, sejumlah pejabat oposisi Myanmar mengatakan bahwa kondisi di Rakhine belum siap untuk menerima para Rohingya kembali.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id