Singapura Dukung Repatriasi Rohingya Segera Dilakukan
Pengungsi Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh. (Foto: AFP)
Nay Pyi Taw: Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menemui pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi untuk membahas repatriasi Rohingya. Dalam pertemuan ini, ia menegaskan Singapura dan ASEAN akan terus mendukung penyelesaian masalah ini.

"Aung San Suu Kyi memberitahu saya tentang rencana repatriasi, termasuk persiapan tanah untuk kelompok pengungsi kloter pertama yang akan kembali ke Myanmar dari Bangladesh, agar bisa cepat dilakukan," kata Vivian, dikutip dari kantor berita Strait Times, Selasa 6 November 2018.

Baca: Genosida Rohingya di Myanmar Masih Berlangsung


"Singapura dan ASEAN akan terus mendukung upaya Myanmar dan Bangladesh untuk mengatasi situasi sulit ini," lanjutnya.

Mereka berdua juga sepakat bahwa prioritas repatriasi ialah untuk memastikan Rohingya yang dipindahkan, kembali secara sukarela dan dalam kondisi aman.

Kunjungan Vivian ke Myanmar adalah kunjungan lanjutan setelah ia menyambangi kamp pengungsi di Cox's Bazar, Bangladesh. Ia juga diterima oleh PM Sheikh Hasina.

"Pemerintah dan rakyat Bangladesh benar-benar luar biasa dalam memberikan bantuan kemanusiaan bagi satu juta pengungsi di bawah kondisi yang sangat sulit," ucapnya lagi.

Baca: Bangladesh Minta Myanmar Lunasi Janji Repatriasi Rohingya

Bentrokan antara Rohingya dan militer Myanmar yang pecah pada Agustus 2017 membuat sekitar satu juta Rohingya melarikan diri ke Cox's Bazar dan Kutupalong di Bangladesh.

Bangladesh dan Myanmar telah mencapai kesepakatan pada November 2017 untuk memulai repatriasi dalam dua bulan sejak perjanjian dibuat. Meski demikian, hingga saat ini, repatriasi belum dilakukan dalam jumlah signifikan.

Dalam kesepakatan tersebut, Myanmar mengatakan pihaknya siap menerima kembali para pengungsi Rohingya dan telah membangun dua pusat repatriasi dan sebuah kamp transit untuk menampung para pengungsi saat mereka kembali. 

Namun, sejumlah pejabat oposisi Myanmar mengatakan bahwa kondisi di Rakhine belum siap untuk menerima para Rohingya kembali.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id