Bangladesh Minta Myanmar Lunasi Janji Repatriasi Rohingya
Hampir satu juta pengungsi Rohingya ditampung sementara di perbatasan. (Foto: AFP)
Dhaka: Bangladesh secara tegas meminta Myanmar segera merealisasi janji mereka untuk repatriasi atau proses pemulangan pengungsi Rohingya. 

"Kami telah membuka perbatasan kami cukup lama untuk memberi perlindungan bagi Rohingya, meski berdampak negatif bagi sumber daya kami sendiri dan juga masyarakat kami," kata Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, dikutip dari AFP, Senin 10 September 2018.

"Saya juga mendesak masyarakat internasional untuk mendorong Myanmar menerapkan kesepakatan," lanjut dia.


Saat ini, hampir satu juta pengungsi Rohingya tinggal di kamp penampungan sementara di perbatasan Bangladesh-Myanmar, yakni di Cox's Bazar dan Kutupalong, sejak Agustus tahun lalu karena kekerasan pecah di Rakhine State.

Bangladesh dan Myanmar telah mencapai kesepakatan pada November 2017 untuk memulai repatriasi dalam dua bulan sejak perjanjian dibuat. Meski demikian, hingga saat ini, repatriasi belum dilakukan dalam jumlah signifikan.

Dalam kesepakatan tersebut, Myanmar mengatakan pihaknya siap menerima kembali para pengungsi Rohingya dan telah membangun dua pusat repatriasi dan sebuah kamp transit untuk menampung para pengungsi saat mereka kembali. 

Namun, sejumlah pejabat oposisi Myanmar mengatakan bahwa kondisi di Rakhine belum siap untuk menerima para Rohingya kembali.

Myanmar sendiri hingga sekarang masih menerima tuduhan bahwa militernya melakukan kekejaman terhadap Rohingya seperti pembunuhan, pemerkosaan, dan pembakaran rumah warga. 



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id