Isu Peretasan Pemilu Malaysia Harus Didalami
Warga Malaysia yang baru saja memberikan suara (Foto: AFP).
Jakarta: Pemilihan umum Malaysia tengah berlangsung. Isu peretasan turut mewarnai peristiwa bersejarah tersebut.
 
Pengamat internasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ratna Sophie Inayati mengatakan perlu ada pendalaman lebih untuk masalah peretasan tersebut.
 
"Apakah isu peretasan ini benar? Perlu penyelidikan yang lebih cermat. Karena kalau para pemimpin partai koalisi tidak bisa berkomunikasi, bagaimana dengan hasil pemilu hari ini?" ucap dia kepada Medcom.id, Rabu 9 Mei 2018.
 
(Baca: Malaysia Konfirmasi Ada Serangan Spam saat Pemilu).
 
Dia menambahkan, kubu oposisi penuh manipulasi. Hal ini terjadi pada 2013, di mana oposisi Kubu Anwar Ibrahim ingkar janji.
 
Meski demikian, dia menambahkan dilihat dari hasil survei Merdeka Center, Najib masih lebih unggul. Hal ini terbukti dengan perkiraan jumlah suaranya yang mencapai 100 kursi dari 222 kursi.
 
Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) telah menerima sejumlah keluhan warga mengenai adanya banyak panggilan telepon masuk, namun langsung ditutup (spam call) di tengah momen pemilihan umum, Rabu 9 Mei 2018.
 
Gangguan tak biasa ini dikeluhkan orang-orang dari kubu koalisi pemerintah dan juga oposisi. MCMC berjanji akan menindak tegas pihak di balik semua ini.
 
Perdana Menteri Najib Razak mengecam keras serangan tersebut, dan telah memerintahkan otoritas terkait untuk segera mengatasinya.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id