Jurnalis Jepang yang Ditangkap di Suriah Dibebaskan
Foto dari Jiji Press pada 30 Mei 2016 memperlihatkan pria yang diduga bernama Jumpei Yasuda di sebuah lokasi yang tidak diketahui. (Foto: AFP/JIJI Press)
Tokyo: Pemerintah Jepang mengaku mendapat informasi bahwa seorang warganya yang berprofesi sebagai jurnalis telah dibebaskan usai ditangkap di Suriah pada 2015. Pria bernama Jumpei Yasuda itu kini dikabarkan berada di Turki.

Dalam sebuah konferensi pers pada Selasa 23 Oktober malam, Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengaku "mendapat informasi dari Qatar bahwa Jumpei Yasuda sudah dibebaskan."

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengaku "lega" usai mendengar kabar gembira tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada Qatar dan Turki atas kerja sama mereka dalam membebaskan sandera.


"Saya senang mendengar informasi ini. Kami ingin segera mengonfirmasi lebih lanjut apakah pria itu benar-benar Jumpei Yasuda," kata PM Abe, seperti dinukil dari kantor berita Al Jazeera, Rabu 24 Oktober 2018.

Meski belum terkonfirmasi, Suga menyebut kemungkinan besar pria itu memang Yasuda. Ia menambahkan istri Yasuda sudah diinformasikan mengenai kabar tersebut.

Yasuda pertama kali memulai tugas jurnalistik di Timur Tengah pada awal 2000-an. Dia ditangkap grup militan di Irak pada 2004 bersama tiga warga Jepang lainnya. Yasuda kemudian bebas setelah sejumlah cendekiawan Muslim menegosiasikan pembebasannya.

Pada 2015, Yasuda pergi ke Suriah untuk meliput Kenji Goto, rekan jurnalis yang disandera dan pada akhirnya dibunuh kelompok militan Islamic State (ISIS). Kontak dengan Yasuda hilang usai dirinya mengirim sebuah pesan ke jurnalis Jepang lain pada 23 Juni 2015. 

Baca: Warga Jepang Berduka untuk Kenji Goto

Dalam tulisan di Twitter dua hari sebelum hilang kontak, Yasuda mengaku sulit melakukan peliputan di Suriah. Ia berkata akan berhenti memberi tahu mengenai keberadaan atau aktivitasnya via Twitter.

Beberapa video di internet memperlihatkan seorang pria diduga Yasuda yang sudah dibebaskan. Dalam salah satu video, pria itu mengaku berada di lingkungan berbahaya dan meminta segera dibebaskan. Tidak disebutkan pihak atau grup apa yang menahan Yasuda.




(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id