Rahaf Mohammed al-Qunun. (Foto: AFP)
Rahaf Mohammed al-Qunun. (Foto: AFP)

UNHCR Periksa Klaim Suaka Rahaf al-Qunun

Internasional arab saudi thailand Rahaf Mohammed al-Qunun
Willy Haryono • 09 Januari 2019 08:27
Bangkok: Agensi Pengungsian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) memeriksa klaim suaka dari Rahaf Mohammed al-Qunun, seorang perempuan muda asal Arab Saudi yang mengaku terancam dibunuh jika dideportasi dari Thailand. Setelah beberapa hari berada di Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Rahaf tidak jadi dideportasi dan berada di bawah perlindungan UNHCR.

UNHCR mengaku "sangat berterima kasih" Thailand pada akhirnya tidak mendeportasi Rahaf. Padahal, Thailand sempat hendak memulangkannya dengan alasan Rahaf tidak memiliki cukup dokumen.

"Membutuhkan waktu beberapa hari untuk memproses kasus ini dan menentukan langkah ke depan," ujar perwakilan UNHCR di Thailand, Giuseppe de Vicentiis, seperti dilansir dari kantor berita AFP, Selasa 8 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Thailand bukan negara penandatangan konvensi PBB soal pengungsian. Para pencari suaka di negara ini biasanya dideportasi atau menunggu bertahun-tahun untuk nantinya dikirim ke negara ketiga. Menurut UNHCR, seseorang dengan klaim suaka sebaiknya tidak dikirim ke negara tempat individu itu melarikan diri. Terlebih dalam kasus Rahaf, klaim yang disebutkan berhubungan dengan keselamatan jiwa. Rahaf diketahui hendak mengajukan suaka ke Australia.

Baca: Rahaf al-Qunun Takut Dibunuh Keluarga Karena Murtad

Sementara itu dalam keterangan pers singkat di Bangkok, Kedutaan Besar Arab Saudi mengatakan tidak mendorong deportasi Rahaf. Riyadh menyebut kasus ini sebagai "masalah keluarga," namun berada di bawah "perhatian" kedubes.

Dalam keterangan terpisah di Twitter, Kedubes Saudi membantah telah mengirim stafnya ke Suvarnabhumi untuk bertemu Rahaf yang datang dari Kuwait. Saudi juga membantah telah menyita paspor perempuan 18 tahun itu.

Pihak kedubes juga mengaku telah berkoordinasi dengan ayah Rahaf, yang merupakan seorang pejabat pemerintah daerah di Saudi.



(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi