Najib Dituding Rampas Uang Rakyat Rp24,3 Triliun
Najib Razak dan mantan Sekjen Kemenkeu Malaysia diperiksa KPK. (Foto: AFP).
Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak kembali dituduh mengambil uang rakyat. Dalam pemanggilan kemarin, dia dituding merampas uang rakyat sebanyak USD1,6 miliar atau setara Rp24,3 triliun.

Dengan tudingan yang baru, maka dia sudah menerima 38 tuduhan sejak tak lagi menjabat. Sebagian besar tuduhannya terkait 1Malaysia Development Berhard (1MDB).

Dilansir dari laman Japan Times, Kamis, 25 Oktober 2018, tuduhan kali ini diberikan juga kepada mantan sekretaris jenderal Kementerian Keuangan Malaysia, Irwan Serigar Abdullah.


"Uang tebusan masing-masing sebesar 1 juta ringgit Malaysia (sekitar Rp3,6 miliar) dan setengah dari jumlah jaminan akan dibayarkan pada Kamis ini. Sisanya harus diselesaikan dalam waktu 10 hari," kata Hakim Azman Ahmad kepada Channel News Asia.

Baca: Najib Razak Kembali Dipanggil KPK Malaysia

Kasus ini akan dilanjutkan lagi pada 29 November mendatang. Jika terbukti bersalah, Najib akan menghadapi hukuman penjara hingga 20 tahun, denda dan hukuman cambuk.

Namun, untuk hukuman cambuk akan dikecualikan karena keduanya berusia di atas 50 tahun.

Kemarin, Najib kembali dipanggil Komisi Anti Korupsi Malaysia atau MACC. Hingga saat ini, Najib masih mengaku tak bersalah atas tuduhan yang dilayangkan MACC.

Salah satu tuduhan adalah adanya aliran dana sebesar USD681 juta atau setara dengan Rp10,1 triliun ke rekening pribadinya. Uang tersebut diyakini berasal dari 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Wall Street Journal pada 2015 lalu yang melaporkan aliran uang tersebut ke rekening Najib. Namun, Najib membantah melakukan kesalahan dan mengatakan uang tersebut sumbangan dari keluarga Kerajaan Arab Saudi untuk dirinya.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id