BBQ Grill. Foto: Medcom.id/A. Firdaus
BBQ Grill. Foto: Medcom.id/A. Firdaus

Lebih dari Sekadar Panggang Daging, Ini Filosofi Budaya BBQ Korea

Annisa ayu artanti • 04 Februari 2026 14:28
Ringkasnya gini..
  • BBQ Korea bukan sekadar makanan, tapi pengalaman kuliner penuh makna budaya.
  • Tradisi memanggang daging di atas arang telah dikenal sejak masa Dinasti Goryeo dan Joseon.
  • BBQ, sarat dengan nilai keseimbangan. Filosofi yin-yang dan lima elemen tercermin dalam penyajian makanan.
Jakarta: BBQ Korea bukan sekadar hidangan, melainkan pengalaman kuliner yang sarat makna budaya. Cara memasak daging langsung di atas panggangan di meja makan menjadikan BBQ Korea sebagai simbol kebersamaan yang kini digemari lintas negara.
 
Selain menawarkan cita rasa yang kaya, BBQ Korea juga menghadirkan suasana hangat dan interaktif. Tak heran jika kuliner ini kerap dipilih untuk mempererat hubungan keluarga, menjamu rekan bisnis, hingga menciptakan relasi profesional yang lebih dekat dan produktif.

Kuliner korea kian digemari dunia

Popularitas BBQ Korea tak terlepas dari meningkatnya minat global terhadap kuliner Negeri Ginseng. Melansir laman BCA Prioritas, berdasarkan Global Korean Food Exports Market Report 2025, nilai pasar ekspor makanan Korea secara global mencapai sekitar USD12 miliar pada 2024 dan diproyeksikan tumbuh rata-rata 6 persen secara tahunan (YoY) sepanjang 2025 hingga 2035.
 
Permintaan terhadap makanan Korea seperti BBQ Korea, kimchi, ramyeon, banchan, hingga produk siap saji terus menguat seiring meluasnya fenomena K-Culture di berbagai belahan dunia.
 
Baca juga: Ini 6 Pilihan Makanan Korea yang Sehat dan Cocok untuk Diet!

Di Indonesia, ekspor produk makanan Korea juga mencatatkan kinerja positif. Hingga Oktober 2025, nilainya mencapai sekitar USD203 juta, didorong oleh produk unggulan seperti ramyeon, kimchi, soju, dan beragam makanan olahan yang semakin diterima konsumen Tanah Air.

Jejak sejarah BBQ Korea

Di balik popularitasnya saat ini, BBQ Korea memiliki akar sejarah panjang. Dikutip dari C-Korea, tradisi memanggang daging di atas arang telah dikenal sejak masa Dinasti Goryeo dan Joseon, terutama sebagai hidangan utama dalam acara istana maupun pertemuan keluarga.

Seiring waktu, teknik memanggang daging ini berkembang dan menjadi ciri khas masakan Korea dengan beragam bahan, potongan daging, serta metode pengolahan yang semakin variatif. Secara tradisional, BBQ disajikan dalam acara khusus dan festival sebagai simbol kemakmuran dan perayaan.

Filosofi keseimbangan dalam BBQ Korea

Kuliner Korea, termasuk BBQ, sarat dengan nilai keseimbangan. Filosofi yin-yang dan lima elemen tercermin dalam penyajian makanan, baik dari sisi warna, komposisi visual, maupun kandungan nutrisi. Harmoni menjadi prinsip utama yang dijaga dalam setiap hidangan.
 
Lebih dari sekadar proses memasak, BBQ Korea juga merupakan bentuk ekspresi budaya yang mengutamakan kebersamaan. Dilansir dari Gan8nam, aktivitas memasak dan menikmati makanan bersama menjadi bagian penting dari interaksi sosial masyarakat Korea.

BBQ Korea sebagai aktivitas komunal

Aspek komunal menjadi daya tarik utama BBQ Korea. Para pengunjung memasak daging sendiri di meja, berbagi lauk pendamping, dan menikmati hidangan secara bersama-sama. Interaksi ini menumbuhkan rasa kebersamaan sekaligus menciptakan pengalaman makan yang berkesan.
 
Tak hanya soal rasa, BBQ Korea menghadirkan momen sosial yang mempererat hubungan antarmanusia, menjadikannya relevan di berbagai budaya dan konteks sosial.
 
Ada beberapa faktor yang membuat BBQ Korea diterima luas di berbagai negara.
 
- Experience Dining yang Mudah Viral
BBQ Korea menawarkan pengalaman makan interaktif, mulai dari memanggang daging di meja, memotong daging dengan gunting, hingga membuat ssam atau wrap bersama. Aktivitas ini selaras dengan budaya berbagi konten di media sosial dan kebiasaan berkumpul generasi modern.
 
- Efek Hallyu Lintas Industri
Gelombang Korea atau Hallyu melalui K-pop, K-drama, dan hiburan lainnya turut meningkatkan rasa penasaran terhadap budaya dan kuliner Korea. Setelah menyaksikan drama Korea, banyak orang terdorong untuk mencoba langsung pengalaman makan BBQ Korea. Fenomena ini kerap disebut sebagai bagian dari strategi soft power yang mengangkat K-food ke panggung global.
 
- Ekspansi Restoran Korean Cuisine
Menurut riset Circana, jumlah restoran Korea di Amerika Serikat meningkat hampir 10 persen sepanjang 2024 seiring naiknya permintaan konsumen. Tren serupa juga terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Restoran BBQ Korea kini semakin mudah ditemui dengan beragam konsep dan variasi menu.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan