Warga Sri Lanka berduka ditinggalkan orang terkasih akibat serangan bom. (Foto: AFP).
Warga Sri Lanka berduka ditinggalkan orang terkasih akibat serangan bom. (Foto: AFP).

Sri Lanka Diberitahu India Mengenai Ancaman Bom

Internasional Ledakan Sri Lanka
Marcheilla Ariesta • 24 April 2019 09:29
Kolombo: Para pejabat intelijen Sri Lanka diberitahu mengenai kemungkinan adanya aksi teror, beberapa jam sebelum serangkaian bom meledak pada 21 April. Informasi tersebut didapatkan dari petugas intelijen India.
 
Dilaporkan Channel News Asia, Rabu, 24 April 2019, salah satu sumber Sri Lanka mengatakan para petugas intelijen India menghubungi rekan-rekan mereka di Sri Lanka dua jam sebelum serangan pertama.
 
"Mereka memperingatkan tentang ancaman khusus terhadap gereja," kata seorang sumber dari otoritas pertahanan Sri Lanka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara seorang sumber dari pemerintah India mengatakan peringatan juga telah disampaikan kepada agen intelijen Sri Lanka pada tanggal 4 dan 20 April.
 
Kegagalan Sri Lanka untuk menanggapi ancaman teror tersebut diduga dari keretakan hubungan antara Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe dan Presiden Maithripala Sirisena. Presiden memecat Wickremesinghe pada Oktober 2018 karena perbedaan politik.
 
Namun, beberapa pekan kemudian Wickremesinghe kembali mendapat jabatannya setelah Presiden mendapat tekanan dari Mahkamah Agung.
 
Baca:ISIS Klaim Bom Bunuh Diri di Sri Lanka
 
Sumber-sumber pemerintah mengatakan Wickremesinghe dan Sirisena sering menolak berkomunikasi satu sama lain. Mereka juga saling menyalahkan setiap terjadi suatu masalah.
 
Polisi Sri Lanka sendiri telah mendapat informasi peringatan pekan lalu mengenai kemungkinan adanya serangan oleh kelompok militan lokal. Sirisena mengatakan kantornya tidak pernah menerima laporan dari India.
 
Dia juga mengumumkan untuk mengubah kepala pasukan keamanan pada Selasa 23 April kemarin. Sementara Menteri Pertahanan Junior Ruwan Wijewardene, yang juga adalah sekutu Wickremesinghe, mengatakan bahwa ia juga tak tahu rahasia temuan intelijen India tersebut.
 
Sementara itu, kelompok militan Islamic State (ISIS) telah mengklaim bertanggung jawab atas rentetan bom bunuh diri di sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka yang telah menewaskan lebih dari 320 orang.
 
Klaim ISIS, disertai foto dan video sekelompok orang pengklaim serangan, muncul lebih dari dua hari usai serangkaian ledakan yang mengguncang Sri Lanka di tengah momen peringatan Hari Raya Paskah pada 21 April. Klaim disampaikan ISIS melalui situs propaganda Amaq.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif