Mahathir Mohamad tolak Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri Malaysia. Foto: AFP
Mahathir Mohamad tolak Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri Malaysia. Foto: AFP

Mahathir Tolak Penunjukan Muhyiddin Yassin sebagai PM Malaysia

Internasional anwar ibrahim politik malaysia mahathir mohamad
Fajar Nugraha • 29 Februari 2020 23:03
Kuala Lumpur: Mahathir Mohamad menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan dukungan suara kepada Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri kedelapan Malaysia. Sebagai pengurus Parti Pribumi Bersatu Malaysa (PPBM), Mahathir masih memiliki hak di parlemen.
 
Baca: Muhyiddin Ditunjuk Jadi Perdana Menteri ke-8 Malaysia.
 
“Saya ingin menjelaskan sebagai pengurus Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM). Bersama lima lagi anggota parlemen PPBM, tidak memberikan dukungan kepada Muhyiddin Yassin,” tegas Mahathir Mohamad, dalam keterangan tertulis yang disampaikan melalui akun Twitter resmi, Sabtu, 29 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Hal ini membuat jumlah dukungan yang disampaikan oleh Muhyiddin kepada Yang di-Pertuan Agung adalah tidak tepat,” imbuh Mahathir.
 
Mahathir juga menyebutkan enam orang anggota PPBM yang tidak memberikan dukungan kepada Muhyiddin. Nama-nama itu antara lain:
  1. Tun Dr Mahathir Mohamad (anggota parlemen mewakili Langkawi).
  2. Datuk Seri Utama Muhkriz Mahathir (anggota parlemen Jerlun).
  3. Syed Saddiq Syed Abdul Rahman (anggota parlemen Muar).
  4. Dato Ir Amiruddin Hamzah (anggota parlemen Kubang Pasu).
  5. Mazlee bin Malik (anggota parlemen Simpang Renggam).
  6. Eddin Syazlee Shith (anggota parlemen Kuala Pilah).
Menurut Mahathir semua anggota parlemen yang disebutkan mendukungnya untuk menjadi Perdana Menteri kedelapan Malaysia. Tokoh berusia 94 tahun itu juga melampirkan 114 nama anggota parlemen dari koalisi Pakatan Harapan yang menyuarakan dukungan kepadanya.
 
Muhyiddin Yassin adalah Presiden PPBM yang selama ini bekerja sama dengan Mahathir dalam koalisi Pakatan Harapan. Namun Muhyiddin memutuskan membawa PPBM atau biasa dikenal dengan Partai Bersatu, membentuk koalisi baru bersama United Malays National Organisation (UMNO) serta Parti Islam Se-Malaysia (PAS).
 
Baca: Pakatan Klaim Miliki Suara Dukung Mahathir jadi PM Malaysia.
 
Ketika memutuskan mundur dari jabatan sebagai perdana menteri pada Senin 25 Februari lalu, Mahathir menegaskan tidak ingin bekerja sama dengan politisi korup terutama dari UMNO. Kecuali sudah terbukti bersih dari korupsi.
 
Saat ini para petinggi UMNO seperti Najib Razak masih dalam proses persidangan dugaan kasus mega korupsi 1MDB. Muncul keyakinan bahwa, jika Muhyiddin menjadi perdana menteri, maka kasus ini akan dihentikan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif