Menteri Agama Malaysia Mujahid Yusof Rawa. (Foto: The Star)
Menteri Agama Malaysia Mujahid Yusof Rawa. (Foto: The Star)

Sebut Xinjiang Pusat Belajar, Menag Malaysia Dikecam

Internasional malaysia uighur
Sonya Michaella • 03 Juli 2019 08:11
Kuala Lumpur: Menteri Agama Malaysia Mujahid Yusof Rawa menuai kecaman usai mengunjungi Xinjiang, Tiongkok, selama tujuh hari. Ia juga berkesempatan menemui sejumlah etnis Uighur di sana.
 
Usai kunjungannya pada pekan lalu, Mujahid menggambarkan Xinjiang sebagai pusat pembelajaran dan kejuruan, bukan kamp penahanan yang selama ini diberitakan.
 
Mujahid juga mengunggah sebuah foto ke media sosial Facebook miliknya yang menunjukkan orang-orang duduk di sebuah ruangan seolah-olah sedang menerima pembelajaran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kunjungan ke lembaga kejuruan dan pelatihan untuk komunitas Uighur di Xinjiang, Tiongkok," tulis Mujahid, dikutip dari Strait Times, Rabu 3 Juli 2019.
 
Kecaman datang dari berbagai pihak, terutama para aktivis dan organisasi HAM, salah satunya Amnesty Internasional Malaysia. Mereka kecewa atas pernyataan Mujahid terlebih dirinya menjabat sebagai menteri agama.
 
Baca:Beijing Pastikan Perlindungan Bagi Muslim Tiongkok
 
"Orang-orang Uighur dan minoritas lainnya ditahan di kamp-kamp menjadi sasaran doktrin politik secara paksa, penyangkalan keyakinan, perlakuan buruk, dan beberapa mengalami kasus penyiksaan," tulis pernyataan dari Amnesty.
 
Selama ini, Tiongkok kerap menyangkal adanya penahanan dan doktrin paksa terhadap etnis Uighur di Xinjiang. Bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut Xinjiang sebagai kamp konsentrasi yang secara tegas ditampik Beijing.
 
Saat ini terdapat kurang lebih satu juta etnis Uighur tinggal di Xinjiang. Tiongkok beralasan, penempatan dan pembelajaran itu untuk menjauhkan mereka dari ekstremisme dan pemikiran radikal.
 
Sementara, Mujahid membela tindakannya bahwa kunjungan ke Tiongkok juga melibatkan aspek-aspek lain seperti bertukar pandangan terkait isu-isu keagamaan dan perdamaian dunia.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif