Terkait Putusan Siti Aisyah, Indonesia Hormati Hukum di Malaysia

Fajar Nugraha 16 Agustus 2018 14:55 WIB
pembunuhan kim jong-nam
Terkait Putusan Siti Aisyah, Indonesia Hormati Hukum di Malaysia
Pengadilan Malaysia memerintah Siti Aisyah untuk mempersiapkan pembelaan (Foto: AFP).
Shah Alam: Pemerintah Indonesia meskipun kecewa, menegaskan akan menghormati putusan yang diambil Pengadilan Tinggi Malaysia terkait kasus Siti Aisyah.
 
Baca juga: Kasus Dilanjutkan, Siti Aisyah Diminta untuk Siapkan Pembelaan.
 
Pada persidangan Hakim telah memutuskan untuk melanjutkan proses persidangan terhadap kasus Siti Aisyah dengan sidang pembelaan. Keputusan diambil oleh hakim pada pengadilan yang berlangsung pada Kamis 16 Agustus 2018 pukul 10.00 di Shah Alam, Selangor.
 
"Atas putusan ini, Pemerintah Indonesia menghormati proses hukum yang berlangsung di Malaysia," ujar Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Kamis 16 Agustus 2018.
 
Iqbal menambahkan Duta Besar RI di Kuala Lumpur, Rudi Kirana dan Tim Pendamping Pengacara dari Kemenlu hadir dalam persidangan tersebut.
 
Sejak dimulainya kasus ini, Pemerintah Indonesia telah menunjuk pengacara dari Kantor Hukum Gooi & Azzura untuk memberikan pendampingan.
 
Selain itu pemerintah juga telah membentuk Tim Pendamping Pengacara untuk membantu pengacara dalam menyiapkan bukti dan saksi. Karena itu, Tim Pengacara sepenuhnya telah siap melakukan pembelaan bagi Siti Aisyah.
 
Baca juga: Dubes RI Luapkan Kekecewaan Kasus Siti Aisyah Dilanjutkan.
 
Adapun sidang pembelaan akan dilaksanakan November-Desember mendatang.
 
Siti Aisyah dan Doan didakwa telah membunuh Kim Jong-nam atau dikenal dengan Kim Chol dengan  mengolesi wajahnya dengan kain yang diracuni dengan racun yang diduga sebai racun VX.
 
Tindakan itu diduga dilakukan di aula keberangkatan Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2) pada 13 Februari 2017, Pukul 9.00.
 
Keanehan justru tampak dalam kasus ini. Empat pria Korea Utara lainnya yang menjadi otak pembunuhan tidak diadili namun bisa meninggalkan Malaysia sebelum mereka dapat ditahan.
 
Kambing hitam
 
Selama persidangan yang sudah berjalan sejak tahun 2017, pihak penuntut menilai baik Siti dan Doan sebagai pembunuh yang sudah terlatih. Keduanya dianggap mengerti apa yang dilakukan.
 
Tetapi pihak penasihat hukum Siti Aisyah menegaskan bahwa kliennya hanya menjadi kambing hitam. Aktor utama yang terdiri dari empat orang warga Korea Utara, sudah kembali ke negaranya dan membuat pihak hukum Malaysia putus asa untuk mencari pelaku pembunuhan.
 
Meskipun bukti sepertinya melawan Siti dan Doan, para pengacara yakin bahwa keduanya akan dibebaskan dari tuduhan pembunuhan.
 
Gooi Soon Seng, pengacara Siti Aisyah, pada 27 Juni 2018 menilai pihak pengadilan memberikan tuduhan yang tak jelas.
 
"Tuduhan itu tidak jelas dan tidak membeberkan bukti jelas," kata Gooi.
 
Ia menekankan bahwa jaksa tak dapat membuktikan bahwa Siti mengusapkan agen VX ke tubuh Kim Jong-nam pada 13 Februari 2017 lalu di Bandara Internasional KLIA2.
 
Gooi juga menegaskan, Siti tidak menderita gejala apapun jika benar ia mengusapkan zat VX di mana pasti tangannya juga terkena racun tersebut.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id