Sekelompok prajurit menaiki sebuah kendaraan di kota Marawi, Filipina, 23 Mei 2019. (Foto: AFP/NOEL CELIS)
Sekelompok prajurit menaiki sebuah kendaraan di kota Marawi, Filipina, 23 Mei 2019. (Foto: AFP/NOEL CELIS)

ISIS Klaim Bunuh Lima Orang di Filipina Selatan

Internasional isis abu sayyaf filipina
Willy Haryono • 29 Juni 2019 09:28
Manila: Lima orang tewas, termasuk tiga prajurit, dalam sebuah ledakan bom bunuh diri di Filipina selatan, Jumat 28 Juni 2019. Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas ledakan tersebut.
 
Militer Filipina menduga Abu Sayyaf -- yang merupakan grup terafiliasi ISIS -- berada di balik ledakan di pulau Jolo tersebut. Ledakan juga melukai sekitar sembilan personel militer.
 
Menurut keterangan dari Rita Katz, kepala dari grup pemantau aktivitas terorisme SITE Intelligence Group, ledakan di Jolo diklaim ISIS dilakukan dua militan mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Filipina memperbarui operasi melawan ISIS di Jolo tahun ini usai ledakan bom bunuh diri mengguncang gereja Katolik pada Januari lalu yang menewaskan 21 orang. Filipina adalah rumah bagi sejumlah grup bersenjata, beberapa di antaranya terkait dengan gerakan pemberontakan yang bertujuan mendirikan wilayah otonom.
 
Ledakan terbaru di Jolo menghancurkan bagian atap dan juga tembok dari kamp militer Filipina. Dua dari lima korban tewas adalah warga sipil, yakni seorang pengemudi kendaraan umum dan satu pedagang.
 
"Serangan ini bertujuan mengganggu ritme operasi keamanan kami yang berlangsung baik," kata juru bicara militer Filipina Kolonel Ramon Zagala kepada kantor berita AFP.
 
Seorang reporter AFP melihat seorang pria berlumuran darah di samping sebuah kendaraan yang terparkir di luar sebuah markas sementara militer Filipina. Otoritas setempat belum menyebutkan bahan peledak apa yang digunakan pelaku dalam serangan ini.
 
Abu Sayyaf telah lama aktif di Filipina beberapa tahun sebelum ISIS muncul ke permukaan. Grup tersebut dikenal dengan modus operandi menculik seseorang untuk kemudian meminta uang tebusan.
 
Meski mengandalkan uang tebusan, Abu Sayyaf juga dikenal telah beberapa kali membunuh para tawanannya.
 
Baca:ISIS Klaim Berada di Balik Ledakan Gereja Filipina
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif