PM Jepang Shinzo Abe. (Foto: AFP)
PM Jepang Shinzo Abe. (Foto: AFP)

Jepang Bertekad Pulihkan Hubungan dengan Korut

Internasional politik jepang korea utara korea selatan
Willy Haryono • 29 Januari 2019 07:09
Tokyo: Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bertekad memulihkan dan meningkatkan hubungan diplomatik dengan Korea Utara. Pernyataan disampaikannya di hadapan deretan anggota parlemen Jepang di Tokyo, Senin 28 Januari 2019.
 
"Saya akan mencoba menormalisasi hubungan diplomatik dengan menyelesaikan masalah-masalah di masa lalu," ucap PM Abe, yang menambahkan dirinya juga akan lebih mendekatkan diri pada komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat dan Korea Selatan.
 
Dalam pidato itu, seperti dilansir dari laman The Dong-A Ilbo, PM Abe hanya satu kali menyebutkan nama Korsel. Dia tidak berkomentar mengenai usaha memulihkan hubungan diplomatik dengan Korsel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah pihak menduga Tokyo masih bersitegang dengan Seoul mengenai masalah gelombang radar. Tidak hanya itu, Jepang juga diyakini masih kesal karena pengadilan Korsel memerintahkan sejumlah perusahaan di Negeri Sakura untuk membayarkan kompensasi kepada pekerja paksa di era perang.
 
Sejak berkuasa pada Desember 2012, PM Abe biasanya selalu menekankan pentingnya Korsel dalam setiap pidato di bulan Januari. Namun penekanan terhadap Korsel melemah dari tahun ke tahun.
 
Tahun lalu, pidato Abe hanya menyinggung mengenai pentingnya sejumlah negara tetangga terhadap kepentingan nasional Jepang.
 
Senin 21 Januari, Kementerian Perthaanan Jepang telah merilis sebuah fail audio berdurasi 18 detik yang diklaim sebagai suara gelombang radar dari sebuah kapal perang Korsel. Jepang menilai gelombang tersebut "mengganggu" sebuah pesawat patroli Tokyo yang sedang melakukan "operasi pengumpulan data intelijen."
 
Jepang berencana mengakhiri beberapa kerja sama dialog dengan Seoul. "Sulit untuk terus berdialog dengan ROK karena masalah ini," kata Kemenhan Jepang, merujuk pada akronim dari nama resmi Korsel.
 
Korsel menyebut fail audio itu sebagai "suara yang tidak teridentifikasi." Seoul menyayangkan bahwa Jepang tidak menyuguhkan informasi lain untuk memverifikasi klaim tersebut, semisal kapan suara itu direkam.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif