Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bayangan Indonesia terkait Indo-Pasifik. (Foto: Sonya Michaella/Medcom.id).
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bayangan Indonesia terkait Indo-Pasifik. (Foto: Sonya Michaella/Medcom.id).

Damai dan Sejahtera Alasan Utama Konsep Indo-Pasifik Indonesia

Internasional indo-pasifik Indo Pasifik
Marcheilla Ariesta • 20 Maret 2019 11:40
Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bayangan Indonesia menjadikan kawasan Indo-Pasifik damai dan sejahtera. Menurut dia, semua dapat terwujud asal berdasarkan saling percaya, menghormati dan kerja sama.
 
Baca juga: JK: Indo Pasifik Harus Berkontribusi terhadap Isu Global.
 
Oleh karena itu, Kementerian Luar Negeri RI menggelar High Level Dialogue on Indo Pacific Cooperation di Jakarta. Alasan utamanya untuk membentuk pembaruan kerangka kerja di antara negara di kawasan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini krusial karena kita menghadapi peningkatan tantangan keamanan di kawasan Indo-Pasifik, dan di saat yang sama kita paham bahwa kawasan Indo-Pasifik memiliki peran strategis sebagai kunci di teater geopolitik," kata Menlu Retno dalam pidato pembukaan High Level Dialogue on Indo-Pacific Cooperation di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu 20 Maret 2019.
 
Untuk Indonesia, kata Retno, kerja sama di Indo-Pasifik inklusif dan transparan, yang turut mempromosikan kerja sama konkret yang sejalan dengan visi Indonesia sebagai negara maritim. Dia menambahkan, dalam konteks ASEAN, inisiatif ini merefleksikan pandangan Indonesia mengenai semangat Asia Tenggara sebagai zona damai, bebas dan netral.
 
"Sebagai anggota ASEAN, inisiatif Indo-Pasifik kami merefleksikan pandangan INdonesia, bagaimana semangat Asia Tenggara sebagai zona damai, bebas dan netral dapat menyajikan model kerangka kerja untuk menyampaikan dinamika geopolitik dan geoekonomi di kawasan Samudera Hindia dan Pasifik," imbuhnya.
 
Menlu Retno menambahkan, Indonesia berharap pertemuan ini dapat memfasilitasi pembahasan dinamis dan interaktif untuk kerja sama mendalam di kawasan Samudera Hindia dan Pasifik.
 
"Lebih lanjut kami harap, high level dialogue dapat menyajikan kesempatan untuk mempromosikan kolaborasi konkrit di kawasan," tuturnya.
 
Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menuturkan dengan adanya Indo-Pasifik berbagai konflik dan ketidakstabilan di kawasan, seperti perdagangan narkoba, penyelundupan orang, pembajakan, kekerasan ekstremisme dan terorisme, cybercrime dan kejahatan transnasional lainnya.
 
"Yang terpenting adalah perdamaian, kestabilan dan keberlanjutan ekonomi di wilayah Indo-Pasifik. Ini akan membuat wilayah kami kuat dan solid," tegasnya.
 
Sebanyak 18 negara dijadwalkan hadir, yaitu Amerika Serikat, Australia, India, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Rusia, Selandia Baru dan 10 anggota ASEAN. Hadir dalam forum ini, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menlu Selandia Baru Winston Peters, Menlu Australia Marise Payne, Wamenlu Vietnam To Anh Dung, perwakilan dari Amerika Serikat, hingga perwakilan dari negara-negara Pasifik.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif