Perdana Menteri Australia Scott Morrison akui warganya lakukan serangan di masjid di Selandia Baru. (Foto: EPA).
Perdana Menteri Australia Scott Morrison akui warganya lakukan serangan di masjid di Selandia Baru. (Foto: EPA).

PM Australia: Teroris yang Menyerang Masjid di Selandia Baru

Internasional Penembakan Selandia Baru
Fajar Nugraha • 15 Maret 2019 13:35
Canberra: Perdana Menteri Australia Scott Morrison membenarkan bahwa seorang warganya melakukan serangan teror di sebuah masjid di Selanda Baru.
 
Baca juga: Empat Orang Ditangkap Terkait Penembakan Selandia Baru.
 
“Pelaku penembakan yang menewaskan jemaah yang sedang salat di masjid Selandia Baru adalah seorang ekstremis sayap kanan dengan kewarganegaraan Australia,” ujar PM Morrison, seperti dikutip AFP, Jumat, 15 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ekstremis sayap kanan ini adalah seorang teroris yang menyukai kekerasan,” jelasnya.
 
Namun Morrison enggan untuk memaparkan detail lebih lanjut. Menurutnya penyelidikan saat ini tengah dilakukan pihak berwenang Selandia Baru.
 
Sebelumnya, polisi Selandia Baru menangkap empat orang terkait penembakan di sebuah masjid di Christchurch, Selandia Baru. Penembakan dilakukan saat para jamaah melakukan salat Jumat di sana.
 
“Empat orang ditahan, tiga dari mereka adalah pria dan seorang lagi perempuan,” kata Komisioner Kepolisian Nasional Mike Bush.
 
Lokasi penembakan dilakukan di dua masjid yang terletak di Deans Avenue dan Linford Avenue. Masjid al Noor di Deans Avenue, saat kejadian, dipenuhi dengan jamaah, termasuk anggota tim kriket Bangladesh.
 
Seorang saksi mengatakan saat dia berdoa di masjid al Noor, dia mendengar tembakan. Saksi mata tersebut melihat tubuh istrinya terbaring di trotoar luar masjid.
 
Kecaman Indonesia
 

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengecam aksi penembakan yang terjadi di Christchurch ini.
 
Baca juga: Menlu Retno Kecam Penembakan di Masjid Selandia Baru.
 
“Indonesia jelas mengecam aksi penembakan seperti ini, apalagi di rumah ibadah ketika salat Jumat sedang dilaksanakan,” kata Menlu Retno kepada awak media di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Jumat 15 Maret 2019.
 
Hingga saat ini, belum diketahui apa motif dari penembakan tersebut. Jumlah korban yang jatuh juga belum disebutkan oleh polisi, pun siapa sang pelaku penembakan.
 
“Kemenlu RI terus berkomunikasi dengan KBRI Wellington terkait perkembangan di lapangan. Kami terus memantau,” lanjut Menlu Retno.
 
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan yang menyebutkan ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban.

Baca juga:Dubes Tantowi: Belum ada Laporan Korban WNI.

 
Penembakan ini terjadi sehari usai Menteri Perubahan Iklim James Shaw, 45, diserang di jalan ibu kota negara tersebut. Namun, rincian penembakan masih belum jelas apakah berkaitan dengan penyerangan yang dialami Shaw.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi