Mantan PM Malaysia Dituntut dengan Pasal Pencucian Uang
Mantan PM Malaysia Najib Razak meninggalkan kompleks pengadilan di Kuala Lumpur, 8 Agustus 2018. (Foto: AFP/MOHD RASFAN)
Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dituntut dengan tiga pasal pencucian uang. Ketiga tuntutan yang dilayangkan pada Rabu 8 Agustus 2018 ini terkait skandal dana negara bernilai miliaran dolar.

Seperti dilaporkan South China Morning Post, Najib tidak mengajukan permohonan jaminan atas tiga tuntutan terkait SRC International, bekas anak perusahaan dari perusahaan negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB). 

Masing-masing dari tuntutan ini berisi vonis hukuman maksimal 15 tahun penjara dengan disertai denda.


Dalam dua tuntutan pertama, Najib dituduh menerima uang sebesar USD6,6 juta dan USD1,2 juta lewat dua rekening berbeda di AmIslamic Bank Bhd Pada 26 Desember 2014.

Tuntutan ketiga menyebutkan Najib menerima tambahan USD2,4 juta dari kegiatan ilegal pada 10 Februari 2015.

Najib ditangkap pejabat antikorupsi pada 3 Juli dan dituntut dengan tiga pasal pelanggaran kriminal dan satu lainnya mengenai penyalahgunaan kekuasaan.

Baca: Pemerintah Najib Gunakan Dana Negara untuk Bayar Utang 1MDB

Dilansir dari UPI, Rabu 8 Agustus 2018, dia mengaku tidak bersalah atas serangkaian tuduhan pertama, yang masing-masing berisi hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Pada 2009, Najib menghadirkan dana pinjaman via 1MDB untuk membantu mengubah Kuala Lumpur menjadi pusat keuangan dan meningkatkan ekonomi negara melalui investasi strategis.

Tetapi ia tidak bisa membayar uang pinjaman sebesar USD11 miliar kepada sejumkah bank dan para pemegang obligasi di awal 2015.

Miliaran dolar hilang dari 1MDB. Sementara itu karena kalah dalam pemilihan umum Mei lalu, Najib berada di bawah investigasi dan dilarang meninggalkan Malaysia atas perintah PM Mahathir Mohamad.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id