Duta Besar RI untuk Jepang, Heri Akhmadi, dalam video pesan singkat melalui akun media sosial KBRI Tokyo, Kamis, 7 Januari 2021. Foto: Dok KBRI Tokyo
Duta Besar RI untuk Jepang, Heri Akhmadi, dalam video pesan singkat melalui akun media sosial KBRI Tokyo, Kamis, 7 Januari 2021. Foto: Dok KBRI Tokyo

Jepang Terapkan Keadaan Darurat, WNI Diimbau Patuhi Aturan

Internasional Virus Korona jepang covid-19
Yogi Bayu Aji • 08 Januari 2021 00:27
Jakarta: Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga memberlakukan status keadaan darurat untuk Tokyo, Kanagawa, Saitama, dan Chiba. Status darurat terkait covid-19 itu berlaku mulai Jumat, 8 Januari 2021, hingga Minggu, 7 Februari 2021. 
 
Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Jepang, Heri Akhmadi, meminta warga negara Indonesia (WNI) di Negeri Sakura mematuhi aturan pemerintah Jepang. Protokol kesehatan maupun kebijakan terkait lainnya, seperti aturan keluar-masuk Jepang, harus diikuti.
 
"Tingkatkan kehati-hatian dan kurangi bepergian, terutama ke tempat-tempat ramai. Kecuali untuk kepentingan yang sangat mendesak," ujar Heri dalam video pesan singkat di akun media sosial Kedutaan Besar RI (KBRI) Tokyo, Kamis, 7 Januari 2021. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: PM Jepang Deklarasikan Keadaan Darurat untuk Tokyo
 
WNI diharap terus mengenakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga ventilasi ruangan, dan menghindari 3C, yaitu closed spaces, crowded places, dan close conversation. Jika terpaksa berkegiatan bersama di dalam ruangan atau makan di restoran, WNI perlu memperhatikan live keeps atau lima jaga.
 
"Pertama adalah jaga jumlah orang yang makan bersama. Yang kedua jaga lamanya waktu makan agar kurang dari satu jam. Ketiga, jaga suara dan tidak berisik.  Keempat, jaga pemisahan makanan dan minuman. Dan kelima, jaga ventilasi dan kebersihan ruangan," terang Heri.
 
Berdasarkan data KBRI Tokyo, jumlah WNI di kawasan pemberlakuan keadaan darurat, yakni: Tokyo 5.450 orang, Chiba 2.697 orang, Saitama 3.433 orang, dan Kanagawa 4.044 orang. Total WNI di Tokyo hingga akhir 2020 mencapai 66.084 jiwa. 
 
Jepang dilanda lonjakan kasus baru yang menunjukkan terjadinya pandemi gelombang ketiga. Pada Kamis ini, Tokyo mencatat rekor 2.447 kasus baru (40,7 persen dari kasus nasional).  Secara nasional, Jepang mencatat 7.490 kasus baru. Ini pertama kalinya kasus baru ada di atas 7.000. 
 
Hingga kini, total ada 266.924 kasus positif di Jepang. Sebanyak  3.859 pasien meninggal (1,44 persen), sedangkan 210.451 pasien berhasil sembuh (78,84 persen).
 
Heri menyediakan kontak bila WNI di Jepang membutuhkan bantuan dalam keadaan darurat. Mereka bisa menghubungi kontak darurat KBRI Tokyo, yakni +818035068612 dan +818049407419, serta kontak darurat KJRI Osaka +818031131003.
 
(OGI)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif