medcom.id, Phuket: Rangkaian ledakan kembali terjadi di Thailand, setelah dua ledakan yang menghantam kawasan resor Hua Hin. Ledakan terbaru ini terjadi terjadi di wilayah Phuket.
Ledakan kembar yang terjadi di Hua Hin yang terjadi pada Kamis malam 11 Agustus, telah menewaskan seorang perempuan dan melukai 20 lainnya. Di antara korban terluka terdapat sembilan warga asing.
(Baca: Dua Bom Meledak Dekat Resort Favorit Raja Thailand https://www.medcom.id/internasional/asia/Rb17PRxK-dua-bom-meledak-dekat-resort-favorit-raja-thailand).
Insiden ledakan kemudian terjadi lagi pada Jumat 12 Agustus di Phuket. Kemudian dua ledakan lain juga terjadi di wilayah Trang dan Surat Thani, yang menewaskan dua orang.
Jenderal Polisi Apichart Boonsriroj mengatakan, bom yang meledak di Surat Thani menghantam di bagian depan dua markas polisi Thailand.
(Baca: Korban Luka Akibat Serangan Bom di Thailand Menjadi 20 Orang https://www.medcom.id/internasional/asia/JKR4Ldyb-korban-luka-akibat-serangan-bom-di-thailand-menjadi-20-orang).
Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-Ocha meminta warga untuk tetap tenang. Dirinya tidak mengetahui siapa pelaku dari pengeboman ini.
Menurut Prayuth, rangkaian serangan bom ini, merupakan upaya untuk memicu keresahan di Negeri Gajah Putih itu.
"Mengapa bom meledakan di negara yang tengah menuju kestabilan, kondisi ekonomi dan pariwisata yang membaik, dan siapa yang melakukannya? Kami harus mencari tahu," ujar Prayut, seperti dikutip BBC, Jumat (12/8/2016).
Adapun peristiwa pengeboman tersebut berlangsung di saat menjelang peringatan hari ulang tahun Ratu Sirikit. Pihak pemerintah menegaskan bahwa membela monarki menjadi prioritas mereka, terutama ketika terjadi upaya untuk melengserkan Raja Bhumibol Adulyadej.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News