TKI Dieksekusi Mati di Arab Saudi Berstatus Legal
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhamad Iqbal. (Foto: Sonya Michaella).
Jakarta: Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa status dari WNI tereksekusi mati bernama Muhammad Zaini Misrin adalah prosedural atau legal.
 
Tersiar kabar bahwa Zaini berstatus ilegal karena sejak ditangkap pada 2004 silam, KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah tak bisa langsung mendapatkan akses kekonsuleran.
 
(Baca: Tanpa Pemberitahuan, Arab Saudi Eksekusi Mati TKI Asal Jatim).
 
Zaini diketahui pertama kali datang ke Arab Saudi pada 1992 dengan bekerja sebagai sopir pribadi. Sempat kembali ke Indonesia, Zaini bekerja lagi di Arab Saudi pada 1996 di majikan yang sama, yaitu majikan yang dilaporkan meninggal tersebut.
 
Ia ditangkap pada 2004 oleh polisi Mekkah dengan tuduhan membunuh majikannya. Laporan ini didapat dari anak kandung sang majikan.
 
"Statusnya legal. Memang pada tahun 90-an, belum ada tata kelola soal TKI prosedural atau non-prosedural. Namun, Zaini memiliki izin tinggal dan visa pekerja," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhamad Iqbal dalam konferensi pers di Kemenlu RI, Jakarta, Senin 19 Maret 2018.
 
Indonesia sangat menyayangkan sikap Arab Saudi yang tak mengirimkan notifikasi dan sekadar memberitahu soal eksekusi mati Zaini.
 
Terlebih, Zaini dieksekusi di tengah proses Peninjauan Kembali (PK) kedua yang tengah berjalan. PK pertama yang diajukan pada 2017 sudah ditolak oleh Arab Saudi.
 
(Baca: WNI Dieksekusi, Kemenlu Panggil Dubes Arab Saudi).
 
Iqbal menegaskan, sampai saat ini belum ada rencana pihak Indonesia untuk menelpon Raja Salman langsung.
 
"Yang penting kita sudah kirim nota protes ke Kedutaan Besar Arab Saudi di sini. Kami serahkan nota protesnya langsung dengan memanggil Dubes Arab Saudi ke Kemenlu," tegas Iqbal.
 
Duta Besar RI untuk Arab Saudi juga dipastikan akan mengirimkan langsung nota protes ke Kemenlu Arab Saudi keesokan harinya.



(FJR)